Chiharu Shiota Bolak-balik ke Pabrik Penyembelihan Sapi, Hasilkan Karya Seni

ADVERTISEMENT

Chiharu Shiota Bolak-balik ke Pabrik Penyembelihan Sapi, Hasilkan Karya Seni

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 28 Nov 2022 14:14 WIB
Seniman Chiharu Shiota (kanan) memberikan keterangan pers soal pameran The Soul Trembles di Museum MACAN, Jakarta, Kamis (24/11/2022).
Foto: Andhika Prasetia/ detikcom
Jakarta -

Ratusan karya seni Chiharu Shiota tengah dipamerkan di Museum MACAN yang bertajuk The Soul Trembles. Pameran tunggal seniman asal Jepang yang kini berdomisili di Berlin itu berlangsung hingga 30 April 2023.

Salah satu cerita menarik dalam karya seni instalasi ciptaannya adalah ketika di awal dekade 1990-an setelah menjalani pertukaran pelajar ke Australia, Chiharu Shiota pergi ke Berlin, Jerman.

"Waktu itu selama 1,5 bulan di Berlin setiap jam 7 pagi, dia pergi ke pabrik tempat penyembelihan sapi. Dari tempat sampah, mengumpulkan rahang sapi yang masih ada daging," ucap asisten kurator, Asri Winata di Museum MACAN Jakarta, belum lama ini.

Saat itu, Chiharu Shiota hanya menjalani seorang diri proses mengumpulkan artefak-artefak tersebut.

"Lalu dia mengelupasi rahang sapi sampai tinggal tulang belulang, seperti yang terlihat dalam foto-foto ini," sambungnya.

Dari hasil riset dan pengumpulan karya itu, Chiharu Shiota membuat dua karya seni instalasi. Dua seri karya itu berbeda, tapi sama-sama memiliki makna tentang kematian dan kehidupan.

Dalam karya seni instalasi 'I have never seen my dad', dia menaruh telur di bagian tengah sebagai simbol kehidupan. Tapi di karya seni satunya lagi, seakan-akan menyiratkan tentang mencari kehidupan.

Di masa-masa itulah, Chiharu Shiota banyak membuat karya seni instalasi dan perfomans menggunakan elemen tanah atau bumi. "Dia berusaha mengeksplorasi manusia dan sekelilingnya. Bagaimana karya seni instalasi ditempatkan di ruang terbuka," sambungnya.

Chiharu Shiota: The Soul Trembles menampilkan ratusan karya seni sepanjang 30 tahun perjalanan artistik sang seniman. Seniman asal Jepang yang kini berdomisili di Berlin sejak akhir dekade 1990-an itu menuturkan ini adalah eksibisi satu-satunya di Asia Tenggara.

"Saya senang bisa berjumpa dengan pencinta seni Jakarta dan mengobrol dengan mereka khususnya anak-anak yang datang ke pameran saya. Mereka adalah masa depan dari dunia seni kita," kata Chiharu Shiota ketika diwawancarai detikcom di Museum MACAN Jakarta, belum lama ini.

Dalam pameran tunggal ini, kamu bisa melihat berbagai karya seni instalasi berskala besar yang terbuat dari benang dan berbagai simbol lainnya. Dalam Uncertain Journey (2016/2019) yang merupakan kelanjutan dari seri yang dipamerkan di Venice Biennale itu berada di ruang pamer pertama.



Simak Video "Museum Macan, Mengenang Masa Kecil Dengan Permainan Tradisional Masa Lalu, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT