2 Lukisan Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Nasional, Ini Sejarahnya

ADVERTISEMENT

2 Lukisan Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Nasional, Ini Sejarahnya

Tia Agnes Astuti - detikHot
Rabu, 16 Nov 2022 10:20 WIB
Lukisan Pengantin Revolusi & Prambanan/Seko Jadi Benda Cagar Budaya Nasional
Foto: Instagram/Kemdikbud RI
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) menetapkan dua lukisan bersejarah di Indonesia menjadi cagar budaya nasional. Dua lukisan itu diciptakan oleh maestro seni lukis Tanah Air yang namanya sudah mendunia.

Penetapan yang tertuang dalam Keputusan Mendikbusristek Nomor 415/M/2022 tentang Penetapan Benda Cagar Budaya Lukisan Pengantin Revolusi Karya Hendra Gunawan dan Lukisan Prambanan/Seko Karya S.Sudjojono sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Cagar Budaya Nasional kategori benda itu berbarengan dengan penetapan Arca Durga Mahisasuramardhini Nomor Inventaris 1996 Koleksi Museum Negeri Mpu Tantular (Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur).

Satu lagi yakni, tengkorak manusia fosil Ngawi I Nomor Inventaris 02.21 Koleksi Museum Negeri Mpu Tantular (Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur) dan masuk ke dalam 15 cagar budaya nasional terbaru tahun ini.

Bagaimana sejarah 2 lukisan tersebut? Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan yang dilukis tahun 1955 menggambarkan suatu peristiwa yang dialaminya sendiri saat lukisan itu dibuat. Lukisan ini pertama kali muncul ke hadapan publik saat pameran tunggal Hendra Gunawan pada 1957 di Hotel Des Indes, Jakarta.

"Karya ini merupakan salah satu karya terbaik yang mengangkat tema revolusi," tulis keterangan Museum Seni Rupa dan Keramik.

Lukisan satu lagi yang menjadi cagar budaya adalah Lukisan Prambanan/ Seko karya S Sudjojono yang dilukis pada 1968. Karya dengan goresan ekspresif garis-garis tebal bertekstur ini merupakan peristiwa realis yang terjadi.

Karya Prambanan menggambarkan seorang seko (atau dari bahasa Jepang yang artinya prajurit pelopor), prajurit ini berada di lini depan yang membuka jalan, dan sedang mengintai di jalan masuk Yogyakarta, atau sekitar Jalan Prambanan.

"Lukisan ini menampilkan realitas perang di garis belakang persiapan perang gerilya, penyusunan strategi, atau penangkapan mata-mata," tulis Museum Seni Rupa dan Keramik.



Simak Video "Rahasia Cantik dan Awet Muda Sarah Azhari"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT