ADVERTISEMENT

Dari Jakarta, Karya Finalis VH Award Melanglang ke Austria

Tia Agnes Astuti - detikHot
Kamis, 08 Sep 2022 18:04 WIB
Pameran Seni Pemenang dan Finalis VH Award di Museum MACAN
Karya pemenang dan finalis VH tengah dipamerkan di Museum MACAN sampai 13 November 2022. Foto: Courtesy of Museum MACAN
Jakarta -

Museum MACAN meresmikan karya seni instalasi pemenang dan finalis dari ajang penghargaan seni media baru bergengsi di Asia, VH Award. Dibuka pada 10 September, pameran berlangsung hingga 13 November 2022 di Museum MACAN, AKR Tower, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sebelum singgah di Museum MACAN, kelima karya seni instalasi itu terlebih dahulu bertengger di New Museum selama Frieze New York.

"Karya seni ini sudah dipamerkan pertama kalinya di New York, dan untuk pertama kalinya dihadirkan kepada masyarakat umum pencinta seni di Jakarta," kata Direktur Museum MACAN, Aaron Seeto, saat temu media, Kamis (8/9/2022).

Karya pemenang dan finalis VH Award juga ditampilkan dalam presentasi daring dengan media internasional dan organisasi seni kontemporer yang berbasis di Montreal, Quebec, Kanada.

Pertengahan September, karya mereka juga bakal hadir di Ars Electronica Festival yang dikenal sebagai festival seni media terpenting di dunia. Karya seni video art yang ditampilkan adalah pemenang Lawrence Lek asal London, Doreen Chan dari Chicago, Paribartana Mohanty asal New Delhi, Jungwon Seo asal Seoul sampai Syaura Qotrunadha dari Yogyakarta.

Pertama kali digelar pada 2016 oleh Hyundai Motor Group, VH AWARD bertujuan untuk mendukung pencarian perupa media baru muda dari beragam konteks di Asia dan mendukung pameran karya-karya mereka.

Tahun keempat penghargaan ini diselenggarakan dan diumumkan tahun lalu dan menjadi kali pertama penghargaan ini berekspansi ke luar Korea, dengan melibatkan perupa-perupa dari seluruh wilayah Asia yang menggambarkan dan mencerminkan beragam pendekatan kreatif terhadap seni media.

Menurut Aaron Seeto yang tim dewan juri VH Award, karya seni media baru terbilang baru dalam masyarakat kita.

"Pertanyaan itu tergantung pada publik dengan penggunaan media. Saya pikir, saat pandemi datang ada edukasi secara online dan itu berdampak pada teknologi. Itu juga berdampak pada seniman dan skena seni di dunia khususnya Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Museum Macan, Mengenang Masa Kecil Dengan Permainan Tradisional Masa Lalu, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT