ADVERTISEMENT

Ai Weiwei Bicara soal China yang Mengekang Karyanya

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 05 Sep 2022 06:00 WIB
BERLIN, GERMANY - NOVEMBER 25: Ai Weiwei (L) and Daniel Kehlmann attend the book presentation 1000 Jahre Freud und Leid by Ai Weiwei at Berliner Ensemble on November 25, 2021 in Berlin, Germany. (Photo by Gerald Matzka/Getty Images)
Foto: Getty Images/Gerald Matzka
Jakarta -

Nama Ai Weiwei dikenal sebagai seniman pembangkang China yang telah mendunia. Pernah ditahan tanpa sistem pengadilan sampai dicegat ke luar negeri, tidak membuat Ai Weiwei berhenti berkarya.

Ai Weiwei yang baru saja menggelar pameran tunggal di bagian tengah Gereja San Giorgio Maggiore, Venesia, Italia, berbicara mengenai karya yang dibuatnya.

Dilansir dari The Associated Press, ia bicara soal soal isu imigran, tentang kematian, perang, dan banyak masalah lainnya yang ada di dunia.

Salah satu karya patung setinggi 9 meter yang digantung di bagian atas tengah Gereja San Giorgio Maggiore berjudul The Human Comedy: Memento Mori. Patung itu menjadi salah satu sorotan dalam pameran tunggalnya.

Patungnya menggambarkan kerangka kaca dan tengkorak yang digantung dengan rumit. Seimbang dengan organ manusia yang ditiup kaca dan adanya gambar logo burung Twitter serta kamera pengintar atau CCTV yang tersebar luas.

Menurut penuturan Ai Weiwei, karyanya berbicara soal menciptakan bencana atau kelaparan yang jauh lebih besar.

"Saya juga bicara soal perang, ada kemungkinan perjuangan politik antara China dan Barat. Karena China menegaskan kontrol yang lebih besar atas Hong Kong dan mengancam kontrol atas Taiwan," kata Ai Weiwei.

Ai Weiwei juga berbicara tentang pengalamannya sebagai seorang tahanan pada 2011. Dia mengalami berbulan-bulan lamanya berada di penjara China yang memaksa wajahnya terdistorsi pada replika patung abad ke-18 yang berjudul 'Alegori Kecemburuan'.

Di sampingnya juga ada replika potret bata Lego dari lukisan terkenal dan zodiak China berjajar di dinding kamar yang berdekatan.

"Saya pikir China adalah bagian dari perebutan kekuasan global yang mencerminkan pemahaman modern dan gagasan klasik tentang wilayah dan siapa yang punya hak untuk melakukan apa saja," katanya.

"Apa yang terjadi dalam konflik Rusia dan Ukraina memberikan China mental yang ingin mereka lakukan di Taiwan," tegas Ai Weiwei.

Bahkan salah satu film dokumenter yang dibuat di Wuhan dan tentang perjuangan masyarakat Hong Kong, tidak dapat diputar di festival film dunia. "Kata-kata terakhir penyelenggara festival di Eropa dan AS adalah kami tidak bisa menanyangkannya karena takut akses ke pasar China," pungkasnya.



Simak Video "Cuplikan 'Coronation', Dokumenter Seniman Tiongkok yang Bikin Heboh"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT