Kisruh Anti-Semit di documenta Belum Usai, Sabine Schormann Mengundurkan Diri

ADVERTISEMENT

Kisruh Anti-Semit di documenta Belum Usai, Sabine Schormann Mengundurkan Diri

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 18 Jul 2022 12:20 WIB
Karya Seni Taring Padi di Kassel Dituduh Anti-Semit
Karya seni Taring Padi di ajang documenta fifteen dituding mengandung anti-Semitisme. Foto: Taring Padi/ Instagram
Jakarta -

Kisruh mengenai anti-Semitisme yang ada di karya seni Taring Padi asal Yogyakarta dalam ajang documenta fifteen di Kassel, Jerman, belum berakhir. Kepala Eksekutif documenta Sabine Schormann sebagai penanggung jawab resmi mengundurkan diri.

Dia mengundurkan diri setelah pameran terbesar di benua Eropa itu memicu protes di pembukaan eksibisi bulan lalu.

Dewan acara documenta fifteen mengatakan akhir pekan lalu Sabine Schormann meninggalkan jabatannya sebagai kepala eksekutif dengan kesepakatan bersama. Ia juga menyatakan penyesalannya tentang adanya motif anti-Semit yang jelas terlihat pada karya Taring Padi.

"Sabine telah setuju untuk mengundurkan diri. Kami tidak akan lagi membuat pernyataan publik tentang bagaimana menangani berbagai kontroversi seputar isu anti-Semit yang ada di edisi ini," tulis pernyataan dewan acara documenta15, seperti dilihat detikcom.

Dari keterangan dewan acara documenta, penampilan spanduk Keadilan Rakyat karya seniman kolektif Taring Padi dengan citra anti-Semit adalah pelanggaran yang jelas. "Ini menyebabkan kerusakan signifikan pada documenta," jelasnya.

Spanduk itu menampilkan seorang tentara berwajah babi, mengenakan syal dengan lambang Bintang Daud dan helm bertuliskan kata 'Mossad' atau nama badan intelijen Israel. Setelah dikritik dari kelompok Yahudi dan pejabat Jerman serta Israel, karyanya dihapus secara permanen.

Kolektif Taring Padi yang berbasis di Indonesia telah meminta maaf atas kejadian tersebut. Karya tersebut pertama kali dipamerkan di Festival Seni Australia Selatan di Adelaide 20 tahun lalu.

Karya seni Taring Padi juga sama sekali tidak terkait dengan isu Anti-Semitisme yang dilontarkan di documenta fifteen namun merujuk pada era kediktatoran pasca 1965 pada zaman Soeharto.

Presiden Jerman mengatakan isu Anti-Semit ada dalam pidatonya saat pembukaan documenta fifteen. "Ada batas untuk apa yang dapat dilakukan seniman ketika mereka menangani masalah politik di negara yang masih menebus kesalahan saat Holocaust," katanya.

documenta adalah ajang pameran seni rupa kontemporer yang digelar setiap empat tahun sekali di kota Kassel, Jerman tengah.



Simak Video "Cegah Kerumunan di DWP 2022, Penyelenggara Siapkan Pintu Khusus"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT