2 Galeri Seni Indonesia Meriahkan Art Basel Hong Kong

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 17 Mei 2022 10:46 WIB
Art Basel Hong Kong
Situasi Art Basel Hong Kong 2018. Foto: Tia Agnes Astuti/detikHOT
Jakarta -

Art Basel Hong Kong menjadi perhelatan akbar seni rupa di Asia yang diperhitungkan namanya. Di situasi pandemi global, Art Basel kembali diselenggarakan di Hong Kong pada 25-26 Mei untuk preview dan 27-29 Mei 2022 bagi publik.

Ratusan galeri seni siap meramaikan Art Basel Hong Kong, salah satunya berasal dari Indonesia. Ada Gajah Gallery asal Yogyakarta dan ROH dari Jakarta.

Gajah Gallery akan menampilkan karya-karya terbaru dari Ashley Bickerton, Erizal As, Jane Lee, Rudi Mantofani, Suzann Victor, dan Yunizar.

"Para seniman yang berasal dari Indonesia, Singapura, dan Amerika Serikat, bakal mengeksplorasi beragam dan saling berhubungan dengan kepentingan daerahnya, dan lanskap budaya mereka," tulis keterangan Art Basel Hong Kong.

Para seniman juga mengeksplorasi praktik patung dan lukisan-lukisan mereka yang berani dan tidak ortodoks.

Mereka juga melampaui kawasan regional untuk menjelajahi cara baru dari membuat karya seni.

Art Basel Hong Kong kali ini menampilkan 130 galeri seni dari 28 negara yang berpartisipasi meramaikan. Gelaran akbar ini membagi pameran kepada tiga tema yakni Galleries, Insights, dan Discoveries.

Acara tahun ini menawarkan program publik yang dinamis sekaligus menyoroti seniman lokal untuk menciptakan hubungan yang bermakna di kota dan seluruh dunia.

Dalam keterangannya, Art Basel Hong Kong bakal menampilkan pionir moving image bernama Ellen Pau. Secara spesial, dia menghadirkan karya gambar bergerak The Shape of Light yang ditugaskan oleh Art Basel dan M+.

Proyek trem khusus yang ditampilkan oleh seniman Cherie Cheuk Ka-wai, Stephen Wong Chun-hei, dan Shum Kwan-yi dipresentasikan oleh Hong Kong Tourism Board.

Art Basel juga menghadirkan Art Basel Live yakni program digital multisaluran yang memperkuat konten ke pencinta seni secara global.

Sebelumnya, Art Basel Hong Kong masuk dalam deretan art fair yang terkena imbas Corona. Pada 2020, ada sejumlah agenda seni yang batal terlaksana karena pandemi global.

Keputusan untuk membatalkan pameran dibuat setelah konsultasi dengan galeri seni, kolektor, mitra, dan pakar seni Art Basel.

Direktur Global Art Basel, Marc Spiegler, mengatakan saat ini dunia seni menghadapi banyak tantangan salah satunya pandemi Corona yang berdampak ke banyak lini.



Simak Video "Dubes RI untuk AS: Marshanda Sudah Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)