Pameran Komunitas Lukis Cat Air Indonesia Gandeng 161 Pelukis Mancanegara

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 26 Nov 2021 20:03 WIB
Pameran Internasional Komunitas Lukis Cat Air Indonesia
Pameran internasional komunitas lukis cat air Indonesia menggelar eksibisi di laman Galeri Nasional Indonesia secara virtual.Foto: Komunitas Lukis Cat Air Indonesia
Jakarta -

Situasi pandemi tidak membuat para pelukis yang tergabung dalam Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (KOLCAI) berhenti berkarya. Lewat pameran internasional bertajuk Awaken, mereka menggelar eksibisi dengan menggandeng 161 pelukis dari 21 negara.

Sebanyak 161 lukisan cat air dipamerkan secara virtual di laman Galeri Nasional Indonesia https://galnasonline.id/ mulai hari ini.

Ketua Umum KOLCAI 2017-2021, Candra Martoyo menuturkan pameran internasional virtual ini menjadi mimpi yang akhirnya terwujud bagi komunitas mereka.

"Ini adalah momentum yang bagus agar Komunitas Lukis Cat Air Indonesia dikenal ke seluruh dunia. Pameran ini juga berhasil menggandeng 20 negara lain selain Indonesia," katanya.

Dari 161 pelukis yang berpartisipasi, ada 26 peserta yang merupakan seniman undangan dari Indonesia. 41 peserta seniman lainnya berasal dari mancanegara.

Sisanya berasal dari anggota komunitas dan 75 peserta hasil seleksi open call atau pendaftaran undangan.

Kurator pameran Efix Mulyani mengatakan tema Awaken sengaja dipilih karena merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan situasi kejiwaan agar bisa bangkit.

Pameran Internasional Komunitas Lukis Cat Air IndonesiaPameran Internasional Komunitas Lukis Cat Air Indonesia Foto: Komunitas Lukis Cat Air Indonesia

"Bangkit dari apa? Bolehlah itu berupa bangkit dari keterpurukan, bangkit dari pemahaman yang keliru, bangkit dari kebiasaan yang melumpuhkan, bangkit dengan cara pandang yang baru, dan seterusnya," imbuhnya.

Dalam konteks pameran ini, unsur media lukis yang mereka geluti sehari-hari, yaitu cat air. Karakter cat air yang hanya satu kali gores, transparan, menolak untuk ditumpuk dengan lapisan berikut, mengisyaratkan semacam nilai kejujuran.

Air sebagai elemen dasar media artistik ini juga mencerminkan sifat utamanya yang selalu merendah dengan mengalir ke tempat yang lebih rendah, dan luwes dengan selalu selaras mengikuti bentuk apapun yang dilewati.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto menuturkan digelarnya pameran internasional secara virtual ini dapat dinikmati para pencinta seni. "Pameran internasional ini semoga dapat dijadikan media untuk bertukar gagasan dan pengalaman, memperluas wacana, pengembangan terkait kekaryaan, dan menggapai arah komunitas secara lebih global lagi," tukasnya.

Pameran seni Awaken dibuka mulai hari ini pukul 19.00 WIB di Zoom dan Live Facebook Galeri Nasional Indonesia.



Simak Video "Keren! 3 Seniman Video Mapping Indonesia Lolos Tokyo Light Festival"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)