UNESCO Peringatkan Kerusakan Warisan Budaya Afghanistan

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 25 Agu 2021 10:48 WIB
Situs Warisan Budaya Afghanistan
Foto: AP Photo/Valeriy Melnikov
Jakarta -

Afghanistan yang tengah diambil alih oleh Taliban membuat segala bidang di negara tersebut ketakutan untuk bertindak. Termasuk permasalahan kerusakan warisan budaya di Afghanistan.

UNESCO, badan khusus PBB yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, menyerukan pelestarian kekayaan budaya Afghanistan yang kini terbengkalai.

Dilansir dari ArtNews, organisasi itu meminta agar adanya tindakan pencegahan untuk melindungi artefak bersejarah di negara tersebut dari tindakan penjarahan.

Para ahli menyuarakan keprihatinan tentang pelestarian budaya Afghanistan. Pada 2001, pasukan Taliban menghancurkan Bamiyan Buddha, dua patung abad ke-6 yang monumental diukir di tebing Lembah Bamiyan, di dataran tinggi Afghanistan.

Seorang kurator museum yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan kemungkinan di akhir Agustus bakal ada lebih banyak kerusakan.

Selama beberapa minggu terakhir, Taliban menguasai tempat-tempat penting di seluruh negeri. Di antaranya Lashkar Gah dan Tirin Kot.

"Situs budaya Afghanistan adalah bagian dari sejarah negara yang beragam dan integral dengan identitas nasionalnya," tulis pernyataan UNESCO.

UNESCO kembali mengatakan, "Setiap kerusakan atau kehilangan warisan budaya hanya akan punya konsekuensi buruk para prospek perdamaian abadi dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Afghanistan."

Pada 15 Agustus, perwakilan Museum Nasional di Kabul, juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang ancaman penjarahan.

"Kota Kabul telah menyaksikan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami khawatir akan keamanan artefak dan barang-barang museum," tulis pernyataan museum yang diunggah di media sosial.

Pekan lalu, Karima Bennoune dari PBB juga mengeluarkan pernyataan yang serupa dengan UNESCO.

"Kami ingin melindungi kehidupan dan hak warga negara Afghanistan yang menjadi prioritas utama. Upaya kami juga dilakukan untuk memastikan keamanan semua produk budaya dan warisan budaya yang penting di negara Afghanistan," pungkasnya.



Simak Video "Pendiri Taliban Bantah Diisukan Terbunuh Gegara Bentrok Internal"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)