Galeri Nasional Indonesia Ajak Anak-anak Nikmati Lukisan Raden Saleh hingga Affandi

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 23 Jul 2021 13:05 WIB
Galeri Nasional Indonesia Gelar Tur Virtual di Hari Anak Nasional
Lukisan karya Popo Iskandar berjudul Kucing Foto: Galeri Nasional Indonesia
Jakarta -

Memperingati Hari Anak Nasional, Galeri Nasional Indonesia mengajak anak-anak untuk mengikuti tur virtual. Tur yang memanfaatkan teknologi video 360 derajat dan green screen ini digelar tadi pagi via aplikasi Zoom.

Dipandu oleh tim Galeri Nasional Indonesia, tur virtual ini mengajak para peserta untuk mengenal karya dan tokoh seni rupa melalui Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia.

Uniknya, sepanjang tur virtual karya seni yang ditampilkan adalah karya dengan objek yang dekat dengan anak atau sering ditemui anak dalam keseharian. Seperti figur ibu, kakak, adik, tanaman, hewan, pasar, kapal, bentuk geometri maupun warna.

Karya seni yang ditampilkan saat virtual di antaranya adalah lukisan Kapal Tenggelam karya Raden Saleh, lukisan Kakak dan Adik ciptaan Basoeki Abdullah, lukisan Ibu ciptaan Affandi, Kartono Yudhokusumo lewat karya Anggrek, Suromo DS di karya Pasar sampai lukisan Popo Iskandar yang berjudul Kucing.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto, mengatakan tur virtual ini menjadi spesial karena digelar bertepatan dengan Hari Anak Nasional.

Galeri Nasional Indonesia Gelar Tur Virtual di Hari Anak NasionalGaleri Nasional Indonesia Gelar Tur Virtual di Hari Anak Nasional Foto: Galeri Nasional Indonesia

"Anak-anak diajak mengenal seni rupa dengan bahasa yang mudah dimengerti dan tentunya dikemas semenarik mungkin agar anak-anak tertarik untuk belajar," katanya.

Karya seni koleksi tetap Galeri Nasional Indonesia yang dihadirkan disajikan melalui tiga pendekatan kuratorial. Pertama, Monumen Ingatan yakni koleksi yang dihubungkan dengan sejarah nasional.

Pendekatan kuratorial kedua yakni Paris 1959 Jakarta 1995 menampilkan karya koleksi internasional GNI yang utamanya bersumber dari dua peristiwa penting. Pertama, hibah seniman-seniman dunia yang berbasis di Paris pada 1959 melalui Atase Kebudayaan dan Pers Bapak Ilen Surianegara. Kedua, hibah dari seniman peserta Pameran Gerakan Non-Blok tahun 1995 di Jakarta.

Pendekatan koleksi ketiga adalah KODE/ D yang merupakan pameran tematik yang secara berkala memamerkan sejumlah koleksi dari 20 Tahun Akuisisi Karya Seni Rupa oleh GNI dalam rentang tahun 1999-2019.

"Kami berharap tokoh dan juga karya-karya yang ditampilkan, diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya," katanya.



Simak Video "Indahnya Lukisan Dila, Gadis Penyandang Disabilitas Asal Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)