Ganjar Minta Seniman Tetap Berkarya Meski Lewat Virtual

Eko Susanto - detikHot
Kamis, 29 Apr 2021 12:21 WIB
Panggung Kahanan
Ganjar Minta Seniman Tetap Berkarya Meski Lewat Virtual Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang -

Suasana berbeda terlihat di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Wali Kota Magelang. Suara gamelan terdengar mengalun mengiringi penampilan penari kuda lumping.

Penampilan kuda lumping ini dalam rangkaian Panggung Kahanan session 3 yang berlangsung di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Rabu (28/4/2021). Sedangkan pada tahun sebelumnya, Panggung Kahanan berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah.

Pada helatan kali ini, acara digelar secara road show. Jika sebelumnya telah berlangsung di Kendal, kemudian Pati dan hari ini di Kota Magelang. Pementasan dalam Panggung Kahanan ini berlangsung secara virtual yang bisa dinikmati melalui channel YouTube maupun Facebook Ganjar Pranowo.

Dalam Panggung Kahanan ini antara lain ditampilkan Kuda Lumping Wahyu Eko Budaya (Temanggung), Woro Widowati (penyanyi dari Magelang), Afrida and Manja Music, Justin Life dan Realita Modern Music. Kemudian diputar film karya seniman Magelang, Gepeng Nugroho. Selain itu, ada juga Lapak UMKM 'Lapak Ganjar'.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharapkan para seniman bisa mengekspresikan diri dan terus menampilkan karya. Jika pada tahun lalu Panggung Kahanan berlangsung di rumah dinasnya, sekarang berlangsung di beberapa titik.

"Ya mudah-mudahan kawan-kawan seniman bisa mengekspresikan dirinya dan terus menampilkan karyanya. Kalau tahun lalu Panggung Kahanan berada di rumah jabatan gubernur. Dari dari kawan-kawan punya pikiran di beberapa-beberapa titik," kata Ganjar dalam sambutan secara virtual di sela-sela acara Panggung Kahanan, Rabu (28/4/2021).

Panggung KahananGanjar Minta Seniman Tetap Berkarya Meski Lewat Virtual Foto: Eko Susanto/detikcom

Panggung Kahanan, kata Ganjar, sebelumnya telah berlangsung di Kendal, Pati dan hari ini berlangsung di Magelang. Diharapkan dengan acara ini mudah-mudahan seniman-seniman lokal punya semangat dan karyanya bisa ditonton terus oleh warga masyarakat.

"Kalau kemarin sudah ada di beberapa tempat di Kendal, di pati, terus hari ini di Magelang. 'Mudah-mudahan seniman-seniman lokalnya punya semangat dan kemudian bisa ditonton terus masyarakat bisa partisipasi," ujarnya.

"Harapan kita nanti seniman-seniman tidak nglokro, tapi tetap bisa berkarya dan semuanya bisa nonton. Kita ajak mereka (masyarakat) nonton secara virtual," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Kuda Lumping Wahyu Eko Budoyo, Agus Setyawan mengatakan, kesenian tari kuda lumping sudah turun temurun dari leluhur di desanya. Keberadaannya hingga saat ini masih tetap dilestarikan.

"Kami minggu latihan meski tidak ada tanggapan saat pandemi. Ini bentuk semangat kami dalam melestarikan kesenian," ujarnya.

Keberadaan Panggung Kahanan, kata dia, sebagai pembuktian keseriusan seniman dalam melestarikan.

"Iya, ini sangat bermanfaat bagi seniman, menjadi ruang ekspresi. Harapannya dapat diselenggarakan di tiap daerah," ujar dia.

Ungkapan senada disampaikan Reviana, bassis Relita Modern Band asal Temanggung yang merasa mendapat perhatian setelah adanya Panggung Kahanan. Setelah pandemi job menjadi sepi.

"Setelah pandemi job menjadi sepi. Ada satu, dua tanggapan, tapi harus protokol ketat. Panggung Kahanan ini sangat bagus untuk ekspresi seniman," katanya.

(dar/dar)