Eksis di Usia 44 Tahun, Begini Cara Teater Koma Tetap Bertahan

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 25 Mar 2021 08:40 WIB
Teater Koma Rayakan Hari Jadi Lewat Festival 44
Teater Koma jadi salah satu kelompok teater tertua yang tetap bertahan di usia 44 tahun Foto: Teater Koma/ Image Dynamics
Jakarta -

Tahun ini menjadi momen terbaik bagi Teater Koma. Bertepatan dengan hari jadi ke-44 pada Maret 2021, Teater Koma merayakannya secara virtual selama empat bulan penuh hingga Juni.

Teater Koma menjadi salah satu kelompok teater tertua di Indonesia yang sampai sekarang masih eksis berkarya. Berdiri sejak 1 Maret 1977, Teater Koma telah mengalami berbagai peristiwa hingga sempat dilarang pentas.

Apa yang membuat Teater Koma tetap berjaya dan bertahan di usia yang ke-44?

Saat temu media secara virtual, pendiri sekaligus sutradara Teater Koma Nano Riantiarno menuturkan kesabaran menjadi suatu hal yang penting baginya.

"Dulu sebagai sutradara saya sangat tidak sabar, apalagi di 10 tahun pertama. Tapi 24 tahun ke belakang, saya menjadi orang yang paling sabar, mendengarkan apa yang dilakoni aktor, memahami, dan mencoba untuk menikmatinya," ungkap Nano Riantiarno.

"Kesabaran itu adalah yang tidak dipunya sutradara lain," sambungnya lagi.

Teater Koma Tetap Gelar Pertunjukan di Saat PandemiTeater Koma Tetap Gelar Pertunjukan di Saat Pandemi Foto: YouTube Teater Koma/ Istimewa

Sampai sekarang, Teater Koma telah menghasilkan produksi yang ke-156. Sebelum pandemi melanda, satu tahun bisa menggelar pementasan sebanyak dua kali di awal dan jelang akhir tahun.

"Dua produksi saja itu sudah luar biasa, karena ongkos produksi mahal sekali sekarang. Paling tidak, dengan bantuan multimedia kami beruntung menjadi semakin dekat dengan generasi muda," kata Nano.

Pimpinan produksi Ratna Riantiarno turut menimpali perkataan suaminya, Nano. Ia menjelaskan bertahan di usia 44 tahun tidaklah mudah khususnya ketika harus mengikuti perkembangan zaman yang pesat.

Di tubuh Teater Koma, ada anggota yang sudah ikut bergabung selama 30 sampai 40 tahun lamanya.

"Ada anak yang senang teater dan ikut kami juga. Yang kita yakinkan pada mereka, bukan hanya pekerjaan hebat seorang diri di dalam kelompok teater tapi ini adalah pekerjaan bersama," kata Ratna.

Dia pun melanjutkan, "Tidak ada peran besar dan kecil, semua orang punya peran penting. Membangkitkan rasa loyalitas dari anggota kami juga hal terpenting."

Festival 44 dibuka dengan program #NontonTeaterKomadiRumah yang menampilkan berbagai dokumentasi karya lama. Di antaranya adalah Opera Primadona, Ibu, dan JJ Sampah-sampah Kota, dari awal sampai akhir Maret 2021.

Mulai April, penikmat setia Teater Koma juga bisa menyaksikan dokumentasi pertunjukan di situs dan aplikasi Karya Karsa dengan banderol tiket Rp 10.000 per tayangan sampai Juni 2021.

Mulai hari ini, penikmat seni bisa menonton pertunjukan terbaru bertajuk Savitri di YouTube Teater Koma secara gratis hingga 31 Maret 2021.



Simak Video "Manfaatkan Teknologi, Cara 'Teater Koma' Tetap Eksis"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)