Teater Koma Rayakan 44 Tahun Berkarya Lewat Catatan Tanpa Selesai

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 02 Mar 2021 10:20 WIB
Jumpa Pers Pertunjukan Cinta Semesta Teater Koma
Teater Koma saat mementaskan pertunjukan Cinta Semesta Foto: Teater Koma/ Istimewa
Jakarta -

Seperti namanya, Teater Koma tak pernah berhenti berkarya di usianya yang menginjak empat dekade. Tepat di tanggal 1 Maret, Teater Koma genap merayakan ulang tahun yang ke-44.

Merayakan ulang tahun yang ke-44, Teater Koma menghadirkan film dokumenter karya sutradara George Arif yang berjudul Catatan Tanpa Selesai. Film yang ditayangkan di platform www.bioskoponline.com tampil sejak Februari.

Dalam diskusi publik yang digelar virtual soal Catatan Tanpa Selesai, sutradara George Arif mengatakan project menggarap sebuah film bermula dari kecintaannya terhadap dunia seni teater.

"Berangkat dari kecintaan terhadap seni dan sebagai fans terhadap Teater Koma akhirnya saya mulai membuat filmnya," tuturnya saat diskusi publik virtual yang ditonton detikcom pada Senin (1/3/2021) malam.

George Arif awalnya menggarap film dokumenter Persona yang menceritakan sepak terjang aktris senior andalan grup Teater Koma, Rita Matu Mona. Ia tak hanya dikenal sebagai aktris panggung tapi juga seorang aktivis kemanusiaan dan rumah tangga.

[Gambas:Instagram]



Dokumenter berdurasi 75 menit itu membawa George Arif kepada petualangan lebih dalam dari Teater Koma. Ia pun mulai mengikuti sepak terjang salah satu pendiri Teater Koma, Nano Riantiarno bersama kelompok teaternya.

"Saya ikuti Mas Nano, yang aku lihat sebagai orang yang cerdas, jenius karya-karyanya, dan orangnya membumi nggak kayak dewa. Saya ikuti perjalanan Teater Koma," kata George Arif.

Selama lebih dari 8 tahun dan terkumpul 180 jam footage, ia pun mulai mendokumentasikan kehidupan Teater Koma dari belakang panggung, perpustakaan, ruang kerja, sanggar yang dipenuhi anggota, sampai ke ruang pribadi.

Diskusi Publik Teater Koma soal Dokumenter Catatan Tanpa SelesaiDiskusi Publik Teater Koma soal Dokumenter Catatan Tanpa Selesai Foto: Teater Koma/ YouTube

Sutradara sekaligus penulis naskah Teater Koma, Nano Riantiarno, pun mengapresiasi film dokumenter tersebut. Ia menyebut filmnya sangat luar biasa di tengah gempuran pandemi COVID-19 yang menerjang Indonesia.

"Mudah-mudahan bisa dilihat orang lain untuk melihat lagi Teater Koma secara lebih lengkap," harap Nano Riantiarno.

"George Arif (sutradara) katanya lahir 4 bulan setelah Teater Koma. Saat itu, Teater Koma juga mengalami pelarangan sebanyak 6 kali. Di masa itu, Teater Koma punya enam pemain bagus yang pasti orang-orang akan tonton," katanya.

Film dokumenter Teater Koma di usia 44 tahun, diharapkan Nano Riantiarno bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. "Supaya para penonton Koma bisa lihat kami lebih lengkap lagi," pungkas Nano.



Simak Video "Manfaatkan Teknologi, Cara 'Teater Koma' Tetap Eksis"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)