Media Art Globale 2020 Hadir Kembali, Gaet 21 Seniman dan Digelar Virtual!

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 17 Nov 2020 15:50 WIB
Festival Media Art Globale (MAG) 2020
Foto: Media Art Globale/ Istimewa
Jakarta -

Media Art Globale (MAG) kembali hadir tahun ini. Sukses berkolaborasi dengan Ars Electronica Austria, kini Connected Art Platform kembali menggelar festival new media art berbasis teknologi dan sains.

Dibuka pada 20 November 2020, Media Art Globale 2020 mengusung tema Quantum Land. Di edisi MAG20 pameran digelar secara virtual dengan menghadirkan simulasi ruangan virtual reality 350 yang membuat pengunjung merasakan sensasi secara langsung.

Saat jumpa pers secara virtual, kurator MAG20 Mona Liem menuturkan tahun lalu pihaknya membawa karya seni yang memberikan referensi bagi para penikmat seni dan pengunjung umum yang baru.

"Bukan cuma reality dari 360 derajat tapi juga Media Art Globale 2020 yang hadir pada 20 sampai 30 November 2020 kami hadirkan lewat empat ruang interaktif," tutur Mona Liem saat jumpa pers virtual, Selasa (17/11/2020).

Mona Liem menyeleksi sebanyak 21 seniman lokal dan internasional. Sebanyak 5 seniman berasal dari Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, dan Yunani. Serta 16 seniman dari Tanah Air yang bakal memeriahkan dengan berbagai latar belakang disiplin.

Tema Quantum Land, lanjut Mona Liem, terinspirasi bagaimana di waktu yang penuh letupan, tantangan, dan ketidakpastian, siapa pun dapat menyelaraskan hidup secara harmoni.

"Quantum itu kan sifatnya energi. Ketika energi bersatu bisa positif atau negatif dan bisa mempengaruhi satu sama lain," tuturnya.

Nantinya, karya para seniman bakal hadir secara virtual dan dibagi menjadi lima realms. Setiap ruang menghadirkan tema berbeda. Pertama, Realms Genesis yang mempersembahkan karya dari Motionbeast, Eldwin Pradipta, Ady Setyawan, dan Kei Kusuma.

Di Realms Enigma, ada karya seni dari Monica Hapsari, Paul Bai, Dwi Putro, dan Notanlab yang menggunakan medium unik seperti suara dan tubuh manusia.

Di Realms Nexus ada WSTG, Renjani Damais, Patub Porx, Bjarne Jensen, Hysteria asal Semarang, dan karya arsitek Rubi Roesli dengan berbagai medium.

[Gambas:Instagram]



Secara khusus, Media Art Globale 2020 akan menghadirkan empat karya yang bisa dinikmati secara interaktif. Mereka adalah WSTG, Motionbeast, Rubi Roesli, dan Monica Hapsari.

Mona Liem juga menyebutkan tahun ini para seniman yang masuk ke dalam sistem open call lebih banyak ketimbang tahun lalu. Lebih dari 60 seniman di 23 negara berpartisipasi.

"Kami tidak menyangka antusiasnya banyak sekali sampai saya mencari tahu asal negara para seniman yang tidak familiar," tukasnya.

Media Art Globale 2020 dapat dinikmati di situs www.mediaartglobale.com mulai 20 sampai 30 November 2020.



Simak Video "Jelajahi 'Jejak Karya Pramoedya Ananta Toer' Lewat Pameran Seni"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)