10 Seniman Mejeng Karya di Pameran Seni Rupa Ketahanan Tubuh

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 05 Nov 2020 16:04 WIB
Pameran Seni Rupa Ketahanan Tubuh di Pekan Kebudayaan Nasional 2020
Pameran seni rupa Ketahanan Tubuh digelar pada 31 Oktober - 31 November 2020. Foto: PKN/ Istimewa
Jakarta -

Sukses pameran imersif Affandi dan pusaka Pangeran Diponegoro, Pekan Kebudayaan Nasional 2020 membuka eksibisi lainnya. Pameran seni rupa Ketahanan Tubuh dibuka sejak 31 Oktober 2020 dan berlangsung selama sebulan.

Pameran seni rupa Ketahanan Tubuh menggandeng 10 seniman dan kolektif. Dikuratori oleh Rifky Effendy, pameran seni rupa Ketahanan Tubuh menjadi bagian dari Pekan Kebudayaan Nasional yang berlangsung selama dua bulan.

Eksibisi ini menyoroti bagaimana tubuh menjadi wacana masyarakat global dalam masa pandemi.

"Melalui karya para seniman baik secara individual maupun kelompok, karya para seniman juga terkait dengan berbagai wacana budaya lokal seperti berbagai unsur tanaman berkhasiat yang bisa menguatkan imun tubuh," tubuh Rifky Effendy, dilihat dari media sosialnya.

Kurator yang berdomisili di Bandung itu juga mengatakan ada juga karya yang menampilkan nilai warisan seni budaya tradisi Nusantara.

Ke-10 seniman individu maupun kolektif yang terlibat berpameran adalah Arif Syarifudin dari Jatiwangi Art Factory, Aswino Aji, Citra Sasmita, Mapping From Home Project, Joko Avianto, Kemalezedine, Performance69, PONIMIN, Tiarma Sirait, dan Tisna Sanjaya.

Dilihat dari situs pkn.id, kuratorial pameran seni rupa Ketahanan Tubuh dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, reaksi atas situasi pandemi yang menampilkan karya-karya PONIMIN dan Arif Syarifudin.

[Gambas:Instagram]



"Seniman selalu bereaksi dengan caranya sendiri terhadap respons berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk dengan situasi pandemi COVID-19 secara global," tulis keterangan Pekan Kebudayaan Nasional.

Bagian kedua, aksi tubuh yang dikarantina dihadirkan lewat karya kolektif dari Performance69 dan Proyek Mapping From Home. Ketika menghadapi karantina, banyak seniman yang berada di dalam studio lebih produktif dan mengekspresikan diri melalui alat atau teknologi media.

Bagian ketiga, adalah refleksi melalui karya-karya Citra Sasmita, Aswino Aji, Kemalezedine, Tiarma Sirait, Tisna Sanjaya, dan Joko Avianto.

"Berbagai peristiwa di balik bencana selalu memberikan makna bagi manusia, seperti juga di balik wabah ini. Para seniman selalu menghasilkan suatu refleksi dengan kepekaan artistiknya dan berupaya untuk menyampaikan pesan kepada khalayak," tukas PKN.



Simak Video "Jelajahi 'Jejak Karya Pramoedya Ananta Toer' Lewat Pameran Seni"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)