Duh! 70 Karya Seni di Museumsinsel Berlin Dirusak Secara Misterius

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 22 Okt 2020 15:27 WIB
The main entrance to the Museums Island and the Neue Museum, left, in Berlin, Wednesday, Oct. 21, 2020. A large number of art works and artifacts at some of Berlins best-known museums were smeared with a liquid by an unknown perpetrator or perpetrators earlier this month, police said Wednesday. The numerous works in several museums at the Museum Island complex, a UNESCO world heritage site in the heart of the German capital that is one of the citys main tourist attractions, were targeted between 10 a.m. and 6 p.m. on Oct. 3, police said. (AP Photo/Markus Schreiber)
70 karya seni di museum Berlin, Jerman. Foto: AP/Markus Schreiber
Jakarta -

Kasus vandalisme secara misterius terjadi di sebuah museum di kota Berlin, Jerman. Otoritas Jerman mengonfirmasi ada sekitar 70 karya seni dan artefak di Museumsinsel yang berada di kota Berlin, Jerman, dirusak. Duh!

Puluhan karya seni itu dirusak dengan semprotan cat berminyak. Museumsinsel atau disebut juga sebagai Pulau Museum Berlin berada di atas sungai Spree.

Museum ini terdapat koleksi dari museum-museum terkenal di dunia, misalnya Museum Pergamon, Museum Neues, dan Galeri Nasional Alte.

Dilansir dari Deutsche Welle, pihak museum merahasiakan adanya kasus vandalisme itu selama tiga minggu lamanya. Kasusnya terjadi pada 3 Oktober 2020 atau saat hari libur nasional memperingati reunifikasi Jerman Timur dan Barat pada 1990.

Tanggal tersebut juga merupakan hari pertama museum, galeri seni, dan pusat kebudayaan mencabut lockdown destinasi wisata yang ada, sejak ditutup awal Maret 2020.

Menteri Negara Kebudayaan Jerman, Monika Grütters, mengatakan kejahatan vandalisme itu diarahkan kepada bentuk ekspresi artistik dan melawan warisan budaya.

"Aksi vandal adalah salah satu bentuk serangan dan perdebatan, itu juga melawan prinsip-prinsip demokrasi kita sendiri," ucapnya.

Di antara puluhan karya seni yang dirusak adalah lukisan abad ke-19, sarkofagus Mesir kuno hingga patung batu. Cairan cat minyak itu terlihat di beberapa sudut bagian karya seni.

Padahal di dalam Museumsinsel (Museum Island) ada koleksi lima museum bersejarah dan dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada 1999. Saat ini, kompleks museum itu adalah salah satu museum yang paling banyak dikunjungi.

Museum Pergamon saja sukses menarik satu juta pengunjung pada 2019. Altar Pergamon yang berasal dari abad kedua SM menjadi daya tarik wisata yang paling utama.

Insiden mengenaskan itu bukan pertama kalinya terjadi. Pada 2017, koin emas seberat 200 pound senilai U$ 4,38 juta dicuri dari lokasi museum tersebut, tiga tersangka pun ditangkap termasuk seorang penjaga keamanan.



Simak Video "Italia Kembalikan Karya Seni Curian Saksi Bisu Tragedi 2015"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)