galerikertas Gelar Pameran Perupa Pilihan Irawan Karseno

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 16 Okt 2020 16:04 WIB
Pameran Isolasi 5 Perupa di galerikertas studiohanafi
galerikertas studiohanafi menggelar pameran seni Isolasi 5 Perupa Foto: Galerikertas studiohanafi/ Istimewa
Jakarta -

Sukses menggelar pameran seni Melukis dari dalam Kereta karya Irawan Karseno, galerikertas studiohanafi segera membuka eksibisi terbaru. Pameran seni bertajuk Isolasi 5 Perupa menghadirkan para perupa pilihan Irawan Karseno yang dibuka 20 Oktober 2020.

Sejak 2018, galerikertas mengundang para perupa berpengalaman untuk pameran. Selanjutnya, perupa profesional itu membuka kesempatan bagi perupa muda untuk menampilkan karya-karyanya.

Galerikertas pun menjadi fasilitator bagi para perupa muda yang berhasil terseleksi. Setelah dipilih, mereka akan diberikan fasilitas residensi berdurasi pendek di galerikertas.

"Galerikertas tidak menentukan siapa yang akan dipilih untuk berpameran karena semuanya diserahkan kepada perupa berpengalaman yang sedang berpameran," tutur kurator galerikertas studiohanafi, Heru Joni Putra, dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (16/10/2020).

Setiap perupa profesional punya cara dan pertimbangan tersendiri untuk memilih. Kalau pun, perupa muda tidak terpilih ia sudah belajar cara untuk mulai 'belajar pameran' dari presentasi karya.

Kali ini, ada 5 perupa muda yang berhasil dipilih Irawan Karseno. Mereka adalah Ahmad Taufik Hidayat, Ibnu Jamal Asyary, Kasia Athallah Prayitno, Krismarliyanti, dan Mochamad Samba.

Pameran 'Isolasi 5 Perupa' di galerikertas studiohanafiPameran 'Isolasi 5 Perupa' di galerikertas studiohanafi Foto: Galerikertas studiohanafi/ Istimewa

Kelima perupa muda awalnya berkarya dari cerita-cerita personal tentang isu-isu tertentu soal kehidupan. Salah satu benang merah adalah situasi pandemi yang membuat mereka mengisolasi diri.

"Para perupa muda di pameran ini mencoba memperluas makna isolasi itu sendiri. Di satu sisi, mereka membawanya ke berbagai kemungkinan pemaknaan, di sisi lain mereka tetap mencoba bolak-balik dari isolasi dalam makna personal ke isolasi dalam makna komunal seperti saat ini," lanjut Heru Joni Putra.

Ada seniman yang menghadirkan corak figuratif sampai main-main dengan abstrak. Sebagian besar perupa membuat karya yang penuh ceria, riuh, dan ekspresif.

"Isolasi tidak hanya tentang suatu perasaan yang tak terkatakan dan tak tergambarkan sepenuhnya, tapi juga pengalaman yang bersilang, dan meninggalkan jejak-jejak yang bisa diidentifikasi," katanya.

Pameran seni Isolasi 5 Perupa digelar pada 20 Oktober sampai 2 November 2020. Di masa pandemi, galerikertas studiohanafi menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan membuka tiga sesi kunjungan (per-sesi hanya didatangi 9 orang).



Simak Video "Wah! Ada Festival Seni di Terminal Merak-Bakaheuni"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)