Terbaik! Kartunis Magelang Nank Ngablak Juara Kompetisi di Italia

Eko Susanto - detikHot
Senin, 05 Okt 2020 21:43 WIB
Bupati Magelang Zaenal Arifin memberikan uang pembinaan kepada Nank Ngablak.
Foto: Eko Susanto (detikcom)
Magelang -

Kartunis Magelang, Yustinus Anang Jatmiko, keluar sebagai juara pertama sebuah kompetisi di Italia. Pemerintah Kabupaten Malang pun memberikan apresiasi.

Yustinus Anang Jatmiko merupakan warga Dusun Ngablak, Desa Ngablak, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kompetisi yang dijuarainya adalah XV Edition of The Trento Economics Festival bertema Environment and Growth dalam ajang Festival Andromeda Trento Italy.

Untuk kompetisi itu, Anang mengirimkan karya berjudul Global Warming. Atas prestasi yang diraih tersebut, Yustinus Anang Jatmiko yang dikaryanya dikenal dengan Nank Ngablak mendapatkan apresiasi dari Pemkab Magelang.

"Bangga pasti, saya juga berterima kasih kepada banyak pihak dalam hal ini bisa membantu pemerolehan vote gambar saya. Jadi saya katakan 'ini kemenangan bersama'. Yang jelas, perasaan saya senang," katanya saat ditemui di sela-sela menerima apresiasi dari Bupati Magelang Zaenal Arifin di Rumah Dinas Bupati Magelang, Senin (5/10/2020).

Nank Ngablak yang lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu mengaku belajar membuat kartun secara autodidak. Ia menuturkan bahwa sejak kecil dirinya sudah suka menggambar lalu bergelut di kartun sejak tahun 1990-an.

"Kemarin ada event namanya Festival Andromeda Trento Italy dengan tema Economic and Growth. Event itu, event tahunan di Italia, kebetulan kemarin edisi yang ke-15. Nah, saya tahu event tersebut dari email yang dikirim oleh panitia bahwa ada event seperti ini dengan tema ini dan kebetulan saya punya karya, saya kirim," ujar dia.

Adapun karya kartun yang dikirim tersebut, kata Nank, diikutkan dalam festival tersebut berjudul Global Warming. Dalam kartun tersebut menceritakan beruang dan penguin yang sedang kebingungan karena es sudah mencair karena pemanasan global.

"Di situ saya gambarkan beruang dan penguin sedang kebingungan karena es sudah mencair karena pemanasan global. Es mencair, sudah bangunan-bangunan, gedung bertingkat berdiri, beruang kutub dan penguin mempertanyakan nasib mereka 'bertahan, dewe kudu kepiye'. Seperti itu," ujarnya.

Karya Nank Ngablak yang terpilih menjadi juara pertama di Italia.Karya Nank Ngablak yang terpilih menjadi juara pertama di Italia. Foto: Dok. Scan Dokumen Pribadi Nank Ngablak

Nank menceritakan karyanya terpilih sebagai juara dari 200 karya yang kemudian diseleksi menjadi 100 karya. Dari 100 karya tersebut ditentukan juaranya berdasarkan voting orang yang melihat. Sedangkan untuk hadiah dari lomba itu sendiri, ia belum mengetahui persisnya.

"Pastinya saya kurang tahu, hanya pemberitahuan dari panitia lewat email karya saya mendapat vote terbanyak dan berhak di posisi satu. Dalam event ini, saya ngirim tiga karya, dua karya masuk seleksi. Terus sekitar dari 200-an itu, kemudian di seleksi menjadi 100, baru dicari pemenang berdasar vote. Pertama saya dari Indonesia, yang dua dan tiga dari Italia," tuturnya seraya menyebut ikut event internasional sejak tahun 2008, itu.

Ia menuturkan bahwa hampir seluruh media nasional maupun lokal pernah memuat karyanya sebagai seorang kartunis. Namun semenjak era digital kaveling kartun berkurang di media cetak yang tentunya berdampak terhadap pendapatannya.

"Jujur itu, suatu hal yang sangat memprihatinkan, sangat menyedihkan bagi kami-kami kartunis yang mengandalkan mengirim karya di koran. Jadi dengan era digital sekarang, otomatis lahan, kaveling untuk kartunis itu menjadi sempit sekali. Bagi kami yo nyesek lho, karena kita ngirim ke koran dapat honor itu berarti banget. Ketika sekarang era seperti ini, era kaveling koran kian sempit, kian ciut, juga memprihatinkan," ujarnya yang menyebut dirasakan sejak 4-5 tahunan ini.

Kemudian saat pandemi seperti sekarang ini, katanya, tetap berkarya karena untuk event internasional tetap ada. Bahkan, agenda untuk tahun 2021 saja tinggal browsing sudah ada jadwalnya.

"Tetap terus berkarya dan siapkan karya. Sekarang proses pengiriman lebih muda karena bisa lewat email, scan, kalau dulu karya fisik orisinil," ujarnya.

Atas prestasi yang diraih tersebut, Pemkab Magelang memberikan apresiasi. Apresiasi yang diserahkan langsung Bupati Magelang Zaenal Arifin berupa uang pembinaan sebesar Rp 5 juta.

Bupati Magelang Zaenal Arifin memberikan uang pembinaan kepada Nank Ngablak.Bupati Magelang Zaenal Arifin memberikan uang pembinaan kepada Nank Ngablak. Foto: Eko Susanto (detikcom)

"Kami menghadirkan Mas Yustinus Anang Jatmiko, inilah salah satu contoh bakti kepada orangtuanya. Mas Jatmiko ini aktivitasnya dulu di Bali, tapi karena saat ini ingin merawat orangtua, ibunya yang sudah sepuh, pulang dari Bali, mendarmabaktikan kepada orangtuanya. Di tengah-tengah merawat orangtuanya bisa memberikan kontribusinya untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Magelang. Jadi ini tentunya menjadi contoh bagi kita semua di pandemi bisa berkarya," ujar Zaenal.

Zaenal menambahkan apresiasi tersebut bentuknya bisa bermacam-macam termasuk piagam penghargaan. Baginya, ini tentunya memberikan penghargaan atas karya tersebut dan jangan dinilai jumlahnya.

"Ini tentunya memberikan apresiasi. Apresiasi bentuknya bisa bermacam termasuk piagam penghargaan bentuk apresiasi dari kita untuk Mas Jatmiko. Ini sekadar uang pembinaan, pembinaan ini ya tentunya kita memberikan penghargaan atas karya berupa uang pembinaan dari pemerintahan daerah, mungkin tidak banyak, tetapi semoga bisa memberi manfaat dan berarti buat Mas Jatmiko secara pribadi," kata Zaenal.

(aay/aay)