ARTJOG Buka Kunjungan Terbatas Mulai September

Jauh Hari Wawan S - detikHot
Sabtu, 22 Agu 2020 21:42 WIB
ARTJOG Resilience
Foto: Karya yang dipamerkan dalam ARTJOG 'Resilience' di Jogja National Museum, Sabtu (22/8/2020) (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Yogyakarta -

Festival seni kontemporer tahunan, ARTJOG telah resmi dibuka pada 8 Agustus lalu. Festival tersebut akan berlangsung hingga hingga 10 Oktober mendatang. ARTJOG tahun ini dapat dinikmati secara daring di www.artjog.co.id.

"ARTJOG melibatkan filmmaker dan videografer untuk mengeksplorasi bentuk pameran dan karya yang ARTJOG hadirkan. Sehingga publik akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dalam menikmati pameran daring yang dihadirkan oleh ARTJOG," kata Direktur ARTJOG, Heri Pemad di Yogyakarta, Sabtu (22/8/2020).

Meskipun demikian, sebuah festival yang menghadirkan pameran seni rupa tetaplah terasa kurang lengkap tanpa menghadirkan ruang dan karyanya secara konkret. Filosofi "Seeing is Believing" merupakan pengalaman secara langsung melihat dan merasakan kehadiran karya seni.

Oleh karena itu, pelaksanaan ARTJOG pada tahun ini pun disajikan dengan cara yang berbeda, yaitu dengan metode bauran antara daring dan luring.

"Prinsip untuk mempertemukan karya seni langsung kepada publik akan selalu dijaga demi mengupayakan kekayaan pengalaman dan interpretasi makna atas karya seni tersebut," bebernya.

"Rencananya, pada bulan September 2020, ARTJOG dapat dikunjungi secara terbatas di Jogja National Museum, dengan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah," tambahnya.

Pelaksanaan ARTJOG dengan metode luring (pertemuan langsung) akan dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan secara tertib. Jumlah orang yang hadir dalam suatu lokasi (baik ruang pamer maupun ruang sekitar JNM) akan dibatasi.

"Penggunaan masker, menjaga jarak aman, dan penerapan Pola Hidup Bersih Sehat akan terus dijalankan. Dan jika ada pengunjung dari luar DIY ingin hadir ke ARTJOG maka harus melengkapi dirinya dengan hasil rapid test (non-reaktif) atau PCR/Swab negatif," jelasnya.

ARTJOG 'Resilience'ARTJOG 'Resilience' Foto: Karya yang dipamerkan dalam ARTJOG 'Resilience' di Jogja National Museum, Sabtu (22/8/2020) (Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Dihelat di tengah situasi pandemi seperti saat ini, ARTJOG membuat beberapa penyesuaian dalam penyelenggaraannya. Beberapa program terpaksa ditiadakan karena rentan menimbulkan kerumunan sehingga beresiko menimbulkan penyebaran virus korona.

Tema yang diangkat oleh ARTJOG kali ini merupakan sebuah pernyataan langsung terhadap situasi krisis yang tengah mendera dunia. 'Resilience' hadir sebagai semangat untuk terus bergerak dan terus menguji ketahanan ARTJOG sebagai sebuah festival, sekaligus untuk merepresentasikan karakter pekerja seni Indonesia yang gigih dan kreatif, meskipun dihadapkan dengan situasi krisis.

Secara umum, kuratorial dalam ARTJOG: Resilience ingin menampilkan ARTJOG sebagai sebuah aktivitas yang menunjukkan ketahanan, ketangguhan dan respons seniman atau karya seni sebagai semangat bersama tetap berkesenian di tengah pandemi.

"Beberapa konsekuensi hadir untuk menyesuaikan kondisi saat ini, seperti pemilihan seniman yang lebih mudah untuk dijangkau, peniadaan tema karya sehingga memungkinkan pemilihan karya lama. Kemudian juga meminimalisir karya yang sifatnya instalatif, mekanikal, computerized, interaktif dan membuat batasan ukuran karya," terangnya.

Heri menyatakan bahwa ARTJOG tahun ini akan spesial karena banyak karya hebat yang dipamerkan. Menurut dia, karya-karya tersebut luar biasa lantaran dibuat saat para seniman menjalani karantina mandiri lantaran adanya pandemi COVID-19.

"Karena di tahun ini kami menampung karya yg lahir pada saat pandemi dimana pada seniman masih ada dalam karantina," bebernya.

Lebih lanjut, Heri juga berharap ARTJOG tahun ini bisa menjadi pilot project bagi acara-acara serupa. Kaitannya bisa tetap berkarya tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.

ARTJOG tahun ini juga menghadirkan program pameran seni rupa (Exhibition) dan beberapa program edukasi seperti Curator's Talk, Meet the Artist, dan Webinar Tata Kelola Seni yang dilangsungkan secara daring.

Lalu ada juga ART CARE, sebah program yang dihadirkan sebagai wujud kepedulian seniman dan pegiat seni untuk turut berkontribusi kepada seniman Indonesia dan masyarakat luas yang terdampak oleh pandemi COVID-19.

Pembelian tiket akan dilayani melalui website www.artjog.co.id dan pengunjung hanya bisa mengakses pameran pada tanggal dan jam kunjung sesuai tertera sesuai tiket.

(aay/aay)