Feisal Hamka Andalkan Smartphone Dukung Karya Seni Lokal Go Global

Yudistira Imandiar - detikHot
Senin, 13 Jul 2020 00:07 WIB
Feisal Hamka
Founder GLITCH Network Feisal Hamka/ Foto: Oppo Indonesia
Jakarta - Bumi Nusantara punya kekayaan alam, budaya, hingga sumber daya manusia yang berlimpah. Termasuk di dalamnya para seniman yang punya kreativitas luhur, penghasil karya-karya elok.

Melihat letupan kreativitas dari para seniman, GLITCH Network hadir untuk merealisasikan ide-ide brilian mereka menjadi sebuah karya yang bernilai tinggi. Produk yang dihasilkan memiliki estetika tinggi, dan tentunya punya nilai ekonomi jika diakomodir dengan bijak.

Dijelaskan Founder GLITCH Network Feisal Hamka, GLITCH mewadahi para insan kreatif untuk berkolaborasi merealisasikan imajinasi mereka. Setelah berhasil diproduksi, barang-barang dari para seniman akan dipromosikan GLITCH ke pasar internasional. Skema tersebut membuka gerbang bagi para seniman untuk mengembangkan hasil karyanya dan memperluas pangsa pasar.

Feisal menuturkan, Indonesia memiliki talenta seniman brilian, tapi belum mendapatkan jalur promosi yang tepat. Oleh sebab itu, GLITCH ingin mempromosikan karya para seniman itu ke ranah internasional. Ada berbagai produk yang dihasilkan para seniman bersama GLITCH, seperti baju, tumbler, action figure,

"Keinginan kami adalah untuk membantu kreativitas lokal ke panggung global. Karena kami yakin sekali kalau Indonesia memiliki banyak bakat-bakat yang sangat bagus, tetapi kurang memiliki jalur promosi yang andal," kata Feisal kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Pandemi COVID-19, kata Feisal mendatangkan sedikit hambatan buat GLITCH, salah satunya kendala untuk kegiatan pameran di luar negeri. Selain itu, ada penyesuaian dalam operasional, seperti meeting dengan pihak-pihak terkait yang kini dilakukan secara virtual.

Peralihan pola kerja tersebut membuat intensitas penggunaan perangkat teknologi serupa smartphone dan komputer kian meningkat. Kehadiran teknologi banyak membantu Feisal bersama tim untuk tetap menjalankan bisnis di tengah pandemi.

"Tentunya pemakaian smartphone meningkat sekali, karena hanya smartphone dan komputer lah yang bisa membuat kita berkomunikasi. Di (masa) new normal ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan (kembali) seperti dahulu, contohnya adalah dengan bepergian untuk mencari bahan-bahan baku untuk produksi, karena untuk bahan2 ini harus melihat dan disentuh langsung," papar Feisal.

Untuk meladeni padatnya aktivitas di ruang virtual, Feisal memilih Smartphone OPPO Find X2. Smartphone tersebut, menurutnya, punya sistem operasi yang responsif dan interface yang simple, sehingga mudah diakses. Keelokan kualitas kamera dan akurasi warna layar OPPO Find X2 turut membantu Feisal untuk mengirimkan referensi warna dalam kegiatan produksi.

"kami harap dengan smartphone ini kami juga bisa membantu mengkomunikasikan karya-karya lokal bangsa dengan berbagai cara selain dari social media platform yang kami miliki," tuntas Feisal.

(akn/ega)