Picu Kemarahan Pendemo George Floyd, Patung Robert E Lee 'Diruntuhkan'

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 05 Jun 2020 09:32 WIB
Mandatory Credit: Photo by Steve Helber/AP/Shutterstock (10667306f)
With a drone, a large group of protesters gather around the statue of Confederate General Robert E. Lee on Monument Avenue near downtown, in Richmond, Va. The crowd protesting police brutality chanted Tear it down
America Protests , Richmond, United States - 02 Jun 2020
Foto: Steve Helber/AP/Shutterstock/Steve Helber/AP/Shutterstock
Jakarta -

Lebih dari 10 ribu orang ditangkap dalam unjuk rasa di berbagai kota di Amerika Serikat untuk mengecam ketidakadilan atas kematian George Floyd. Banyak patung yang berdiri lama di AS juga dirusak.

Tak hanya patung komisaris polisi dan mantan walikota Philadelphia, Frank Rizzo, saja yang dirusak. Tapi juga patung Robert E Lee yang diminta untuk diruntuhkan oleh pengunjuk rasa.

Robert E Lee dikenal sebagai sosok perwira militer yang terkenal sebagai jenderal dalam Perang Saudara Amerika. Patung jendel yang memicu kontroversi dan menguak luma lama AS itu dikabarkan akan dipindahkan.



Gubernur Virginia, Ralph Northam, baru saja mengumumkannya kemarin.

"Patung itu sudah ada di sana sejak lama. Itu kesalahan masa lalu dan masa sekarang. Jadi kami akan menjatuhkannya," kata Northam, dilansir dari berbagai sumber, Jumat (5/6/2020).

Patung itu adalah satu-satunya monumen Konfederasi di bawah yurisdiksi negara. Per-1 Juli, dewan kota juga mengusulkan untuk memindahkan empat patung konfederasi yang menimbulkan kemarahan publik saat unjuk rasa.

"Kota Richmond ingin dipenuhi oleh keberagaman dan cinta untuk semua, dan kita perlu menunjukkan untuk itu," ujarnya.

Sampai sekarang, ada dua kota yang menghapus monumen kontroversial setelah protes atas ketidakadilan pembunuhan George Floyd di Minneapolis. Sebelumnya patung Konfederasi berusia 115 tahun diruntuhkan di sebuah taman.



Simak Video "Aksi Black Lives Matter Terus Bergaung di Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)