Seniman Pembangkang Ai Weiwei Terbitkan Buku soal Pengungsi

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 28 Mei 2020 10:14 WIB
Chinese artist Ai Weiwei stands in front of his artwork consisting of a 60-metre rubber raft installation titled Law of the Journey which includes around 300 figures representing refugees, during a media call for the Biennale of Sydney located in the industrial precinct of Cockatoo Island in Australia, March 12, 2018.   REUTERS/David Gray   NO RESALES NO ARCHIVE
Foto: Dok. REUTERS/David Gray
Jakarta -

Ai Weiwei asal China dikenal sebagai seniman pembangkang yang dikenal kontroversial. Karya-karyanya kerap menyentil pemerintah dan berbagai isu dunia.

Di tengah pandemi, Ai Weiwei menyelesaikan sebuah buku tentang pengungsi. Bukunya diberi judul 'Human Flow: Stories from the Global Refugee Crisis'.

Di dalam buku memuat ratuan wawancara para pengungsi, relawan, politisi, aktivis, dan pejabat setempat untuk film dokumenternya 'Human Flow' pada 2017.



Ai Weiwei mengatakan para pengungsi mampu menyuarakan pengalaman tentang migrasi lintas bantas, tinggal di kamp-kamp pengungsi, dan berjuang untuk membangun kembali ke kehidupan yang tak dikenal.

"Mereka berbicara tentang keadaan mengerikan yang mendorong mereka untuk bermigrasi, apakah perang, kelaparan, atau penganiayaan, dan ketakutan mereka untuk masa depan," ujarnya dilansir dari AFP, Kamis (28/5/2020).

Sebelumnya, Ai Weiwei meluncurkan karya seni instalasi yang terbuat dari Lego. Karyanya terinspirasi dari peristiwa pembunuhan 43 siswa yang dibunuh 5 tahun yang lalu dalam sebuah kasus.



Simak Video "Cuplikan 'Coronation', Dokumenter Seniman Tiongkok yang Bikin Heboh"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)