Situasi Tak Menentu Imbas Corona, Art Jakarta Digelar 27-29 Agustus 2021

Tia Agnes - detikHot
Senin, 11 Mei 2020 15:35 WIB
Art Jakarta 2021
Foto: Art Jakarta
Jakarta -

Pandemi virus Corona membuat situasi menjadi tak menentu. Berbagai acara dan kegiatan pun terpaksa ditunda sampai dibatalkan penyelenggaraannya tahun ini.

Gelaran Art Jakarta yang dijadwalkan digelar akhir Agustus 2020 ini terpaksa ditunda sampai 2021. Kabar itu diumumkan lewat surel yang disebarkan penyelenggara Art Jakarta.

"Kami memutuskan untuk membatalkan acara Art Jakarta 2020. Dengan berat, keputusan ini kami ambil atas dasar niat baik serta demi kebaikan semua pihak," tulis Art Jakarta dalam siaran pers yang diterima detikcom.

"Acara Art Jakarta akan kembali berlangsung pada 27-29 Agustus 2021, di Jakarta Convention Center," lanjut penyelenggara lagi.



Penyelenggara juga mengumumkan ada 70 galeri seni yang terdaftar berpartisipasi di art fair bergengsi tersebut. Dalam siarannya, Art Jakarta menuturkan pandemi COVID-19 yang mengubah dunia dalam skala, kecepatan, dan cakupan masalah adalah yang pertama kalinya terjadi.

Di seluruh dunia, pemerintah dan warga memerangi wabah dengan penutupan wilayah. Serta pembatasan lain yang berdampak pada perdagangan internasional dan ekonomi global.

"Khususnya bagi Indonesia, perkembangan ekonomi tahun 2020 menjadi tidak jelas. Sementara pandemi terus meluas, media melaporkan "pemerintah Indonesia telah menyiapkan segala hal untuk menghadapi kondisi terburuk, termasuk tidak adanya pertumbuhan ekonomi"1 dan "berbagai tindak pembatasan akan mengguncang arus permintaan" sehingga konsumsi pribadi akan turun secara masif di tahun ini," tulis Art Jakarta.

Sebelumnya, Art Jakarta 2019 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) sukses menggaet 39 ribu pengunjung. Kolektor seni Indonesia kenamaan seperti eddy Kusuma, Alexander Tedja, dan Prasojo Winarko juga hadir. Hadir pula kolektor asal Belgia, Alain Servais, dan kolektor ternama dari Taiwan, Rudy Tseng.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "ART Jakarta 2019 Digelar, Kemendikbud Berharap Ada Market yang Terbangun"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)