Susahnya Kumpulkan Arsip Komik di Indonesia

Tia Agnes - detikHot
Minggu, 29 Sep 2019 16:02 WIB
Foto: Tia Agnes
Jakarta - Pameran 'Komik itu Baik' di Festival Cergam memuat arsip komik-komik lawas hingga masa kini. Di balik penyusunan arsip tersebut, Seno Gumira Ajidarma menceritakan susahnya mengumpulkan data-data mengenai komik tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Seno di acara diskusi Festival Cergam. Dengan bersemangat, ia membeberkan fakta ironi tentang susahnya mengarsipkan komik-komik.

"Saya sudah ceritakan ini 100 kalinya, sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu ada salah satu cara untuk mendokumentasikan komik yakni para kolektor mengarsipkan data komiknya masing-masing," kata Seno Gumira Ajidarma di Dia.Lo.Gue Artspace, kawasan Kemang, Jakarta Selatan.


Kalau sistem pengarsipan dijalani di koleksi masing-masing kolektor, maka akan bisa digabungkan jadi katalog. Namun, niatan baik tak selalu disambut dengan baik pula.

"Tapi memang namanya watak kepelitan yang perlu dibongkar ya, supaya menyerahkan datanya untuk katalog raksasa Indonesia. Apa pun tercatat. Tidak sekadar judul atau pengarang tapi di-scan, itu susah sekali," lanjutnya.

"Arsip memang super mahal, kolektor juga hati-hati menjaga koleksinya. Dulu waktu Frankfurt Book Fair 2015, komik tadinya ikutan mau kurasi dan bikin katalog, tapi ya berbuat baik susah sekali. Mudah-mudahan para kolektor tertular semangatnya, menyumbangkan data saja sudah bersyukur," tukasnya.



Simak Video "Komik Digital yang Mendidik, Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/mau)