detikHot

art

Ribuan Halaman 'Sureq Galigo' Diadaptasi Jadi Naskah Pertunjukan 'I La Galigo'

Jumat, 05 Jul 2019 10:45 WIB Tia Agnes - detikHot
Penulis naskah teater I La Galigo Rhoda Grauer Foto: Tia Agnes/ detikHOT Penulis naskah teater 'I La Galigo' Rhoda Grauer Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Penulis naskah teater I La Galigo Rhoda Grauer Foto: Tia Agnes/ detikHOT Penulis naskah teater 'I La Galigo' Rhoda Grauer Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Nama dramaturg sekaligus penulis naskah Rhoda Grauer menjadi salah satu sosok penting dalam pertunjukan 'I La Galigo'. Perempuan asal New York itu yang tertarik mengadaptasi 'I La Galigo' dari 6.000 halaman naskah kuno suku Bugis, 'Sureq Galigo'.

Pertemuan Rhoda Grauer dengan 'Sureq Galigo' bermula dari pembuatan film dokumenter kapal phinisi. Ia pun bertemu dengan seorang tokoh yang mempertemukan dengan komunitas Bissu yang disucikan di Sulawesi Selatan.

Naskah yang memakai bahasa dan huruf Bugis kuno itu diterjemahkan oleh Pak Salim. Dari hasil terjemahan bahasa Indonesia itulah, Rhoda menuliskan jadi naskah teater.



"Jadi Pak Salim waktu itu bertanya-tanya naskahnya kenapa nggak dibikin film 'I La Galigo' saja. Saya bilang ini terlalu besar, bahannya terlalu banyak untuk jadi film," tutur Rhoda ketika mengobrol dengan detikHOT di Ciputra Artpreneur, belum lama ini.

Dari ide film lalu berubah menjadi pertunjukan teater, akhirnya Rhoda mantap menuliskan format panggung. Dia pun bertemu dengan Yayasan Bali Purnati yang menghubungkan dengan sutradara Robert Wilson asal Amerika.

Perempuan asal New York itu yang tertarik mengadaptasi 'I La Galigo' dari 6.000 halaman naskah kuno suku Bugis, 'Sureq Galigo'.Perempuan asal New York Rhoda Grauer yang tertarik mengadaptasi 'I La Galigo' dari 6.000 halaman naskah kuno suku Bugis, 'Sureq Galigo'. Foto: Image Dynamics/ Istimewa


"Naskah ini sempurna untuk garapan Robert Wilson. Untuk naskah ini saya bekerja dengan tim mereka dari luar negeri," katanya.



Naskah kunonya pun, diakui Rhoda, sangat berbeda dari karya klasik lainnya. Ada cerita yang serius tapi juga komedi.

"Lucunya juga ada banyak, kadang yang membaca juga tertawa dengan hal-hal lucu dalam naskah," pungkasnya.

Pertunjukan 'I La Galigo' masih bisa ditonton pada 5, 6, dan 7 Juli 2019 di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta.


Mengintip Proses Latihan Pementasan Kelas Dunia, I La Galigo:

[Gambas:Video 20detik]

Ribuan Halaman 'Sureq Galigo' Diadaptasi Jadi Naskah Pertunjukan 'I La Galigo'

(tia/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com