Barisan rompi anti peluru menggantung di rak pakaian dan kotak makan siang sebagai 'pertahanan keamanan' yang menghiasi dinding. Karya instalasi 'Back to School Shopping' yang diciptakan oleh seniman bernama WhIsBe merespons peristiwa penembakan sekolah massal di AS.
Dilansir dari Reuters, ada rompi anti peluru seukuran anak-anak yang dihiasi gambar kartun. Ada Pikachu, Care Bears, dan Teenage Mutant Ninja Turtles.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara kotak makan siang diisi oleh senjata replika, Tasers, dan benda-benda lainnya. "Saya membuat karya instalasi ini merepons terhadap aksi penembakan yang terjadi di sekolah," ujarnya.
Gara-gara melihat karya tersebut ada banyak pengunjung yang marah, terkejut sampai kesal. "Mereka kaget sampai kesal tapi tidak marah pada apa yang saya lakukan. Marah pada kenyataan kalau ini bisa menjadi kenyataan," ungkap sang seniman.
Sejak 1970, telah terjadi lebih dari 1.300 insiden kekerasan senjata yang terjadi di sekolah-sekolah di Amerika. Seniman pun berharap agar masyarakat lebih peduli lagi dengan yang terjadi di lingkungannya termasuk di sekolah tempat anak-anaknya belajar.











































