detikHot

art

Ratusan Kertas Dianyam Jadi Foto Momen 21 Mei 1998 ala Patriot Mukmin

Rabu, 23 Jan 2019 17:36 WIB Tia Agnes - detikHot
Ratusan Kertas Dianyam Jadi Foto Momen 21 Mei 1998 ala Patriot Mukmin Foto: Tia Agnes/ detikHOT Ratusan Kertas Dianyam Jadi Foto Momen 21 Mei 1998 ala Patriot Mukmin Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Patriot Mukmin punya cara menarik untuk mengingat momen 1998. Seniman yang berdomisili di Bandung itu menciptakan ratusan lembar art paper yang dianyam secara manual. Anyamannya menjadi karya seni dan video yang memuat momen peristiwa 21 Mei 1998 silam.

Karyanya kini tengah dipamerkan di eksibisi kolektif 'Konsep Diri' yang digelar Arcolabs dan Subashok the Arts Centre (S.A.C) di Galeri Salihara. Dia bersama 7 seniman Indonesia dan Thailand sebelumnya memamerkan karya di Thailand pada 2017.

'Reminiscence of 98 (1/5 edition)' merupakan refleksi personal tentang Reformasi 1998. Kalau dilihat dari dekat, ada frame-frame yang memuat wajah Patriot namun ketika dari jauh yang terlihat foto saat Soeharto mengumumkan pengunduran diri sebagai Presiden Republik Indonesia.



"Saat itu saya masih 11 tahun kelas 5 SD. Ada mal dekat rumah saya di Ciputat, saya yang lagi main bola tiba-tiba melihat asap besar dan langsung mendekat. Itu kayaknya api terbesar dalam kenangan hidup saya. Mal-nya dijarah," ujarnya ketika mengobrol dengan detikHOT, belum lama ini.

Ratusan Kertas Dianyam Jadi Foto Momen 21 Mei 1998 ala Patriot MukminRatusan Kertas Dianyam Jadi Foto Momen 21 Mei 1998 ala Patriot Mukmin Foto: Tia Agnes/ detikHOT


Saat ini Reformasi 1998 membawa sejarah duka yang kelam bagi Indonesia. Patriot yang masih kecil pun mengalami sendiri momen yang menginspirasinya menciptakan karya seni.

"Puncaknya itu saat saya menonton televisi melihat Pak Harto ngundurin diri. Kita anak SD di masa Orde Baru, mempertanyakan hal itu. At the very moment, banyak soal politik yang menginspirasi saya untuk berkarya," terang lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Selain karya anyaman foto, dia juga mengembangkan video stop motion 'Di Hadapan Mahkamah Agung RI'. Ia mengelaborasi satu kalimat terpenting dalam pidato Soeharto yang terbangun dari lembaran anyaman fotografi yang disusun secara manual.

Karya-karya Patriot Mukmin dan 7 seniman lainnya masih bisa dilihat hingga 3 Februari 2019 di Galeri Salihara, Jakarta Selatan.



(tia/ken)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com