16 Grup Ikuti Pekan Teater Nasional 2018

Tia Agnes - detikHot
Senin, 08 Okt 2018 16:13 WIB
16 Grup Ikuti Pekan Teater Nasional 2018 Foto: Istimewa
Jakarta - Pekan Teater Nasional kedua resmi dibuka akhir pekan lalu. Ajang temu bagi insan teater Tanah Air menggandeng 16 grup yang berhasil diseleksi oleh tim kuratorial.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Irawan Karseno menuturkan Pekan Teater Nasional menjadi sebuah forum bagi mereka yang ada dalam industri teater. "DKJ dan Direktorat Kesenian melibatkan 16 grup teater menjadi satu forum. Agar saling mengenal kesadaran dan saling berbagi cerita," tutur Irawan di kantor Kemendikbud.

Ke-16 grup yang berpartisipasi di antaranya adalah Teater Language (Madura),Teater Sakata (Padangpanjang), Teater Ghanta (Jakarta), Komunitas Polelea (Sigi, Sulawesi Tengah), Teater Selembayung (Pekanbaru), Teater Bel (Bandung), Teater Akar (Tegal), Teater Yupa (Samarinda).



Lalu ada juga Teater Sirat (Surakarta), Teater Akarpohon (Mataram), Teater Rumahmata (Medan), Nara Teater (Lewolema, Flores Timur), Teater Tobong (Surabaya), dan Kala Teater (Makassar) yang bakal menutup perhelatan Pekan Teater Nasional 2018.

"Pekan Teater Nasional ini bekerja untuk mengidentifikasi grup teater yang ada di Indonesia dan bisa diposisikan menjadi tiga tipe. Yakni grup teater komunitas, teater kota, dan kampus," tutur salah satum tim kurator Benny Yohanes.

Nantinya setiap grup akan menampilkan karya terbaiknya untuk dipentaskan sepanjang penyelenggaraan.



"Lewat Pekan Teater Nasional, setiap grup akan membawakan wilayah pengetahuan yang dikonstruksi tapi lewat apresiasi bersama, hasil pemetaan kami, teaternya tidak berbasis Jawa sentris, yang sebelumnya dipakai sebagai alat pembacaan utama. Tapi grup ini hadir tanpa adanya warisan dari generasi sebelumnya atau punya idola," katanya lagi.

Ajang Pekan Teater Nasional berlangsung mulai 6 sampai 14 Oktober 2018 mendatang di Graha Bhakti Budaya (GBB), kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Sebelumnya Pekan Teater Nasional memberikan anugerah pada sosok pendiri Teater Koma, Nano Riantiarno yang eksis mementaskan pagelarannya setiap tahun.

[Gambas:Instagram]



(tia/doc)