DetikHot

art

Seni Bambu Proyek Anies Dianggap Tanpa Kajian

Kamis, 16 Ags 2018 13:50 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Seni Bambu Proyek Anies Dianggap Tanpa Kajian Seni Bambu Proyek Anies Dianggap Tanpa Kajian Foto: Hanif Hawari/ detikHOT
Jakarta - Karya seni bambu ciptaan Joko Avianto di kawasan Bundaran Hotel Indonesia segera diresmikan sore ini. Seni bambu yang berada di pusat kota itu dinilai oleh Asikin Hasan diciptakan tanpa proses kajian.

"Nggak tahu mengkaji atau tidak yah, seharusnya dipikir ruang ini cukup pas atau tidak. Apalagi tempatnya di dekat Monumen Selamat Datang. Problem ruang ini terutama yang harus dipikirkan," kata Asikin Hasan ketika dihubungi detikHOT, Kamis (16/8/2018).

Asikin Hasan dan Rizki A Zaelani sebelumnya pernah menyeleksi karya Joko Avianto bersama 3 seniman lainnya di pameran 'ROOTS, Indonesian Contemporary Art' di Jerman. Eksibisi tersebut diselenggarakan bertepatan dengan Indonesia menjadi negara tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015.

Namun, Asikin ogah menyebutkan kalau pemilihan lokasi bambu 'Getah Getih' ala Joko Avianto itu tak tepat. Ia hanya ingin fokus pada persoalan elementer.


Seni Bambu Proyek Anies Dianggap Tanpa KajianSeni Bambu Proyek Anies Dianggap Tanpa Kajian Foto: Hanif Hawari/ detikHOT


Kurator Bidang Seni Rupa di Komunitas Salihara itu juga menceritakan sejarah pembangunan Monumen Selamat Datang terdahulu. Saat Edhi Sunarso dan Henk Ngantung mendesainnya, segala aspek dipertimbangkan.

"Bung Karno bersama timnya juga mempertimbangkan landmark Jakarta itu dibuat untuk menyambut tamu yang turun dari Bandara Kemayoran untuk bertanding di Asian Games tahun 1962. Ada aspek kejutan yang jadi sangat menarik perhatian," tutur Asikin.

Saat ia mengkurasi karya Joko di Frankfurt Book Fair 2015, berkali-kali tim kurator mendiskusikan berbagai aspek. "Kami diskusi lama dengan kurator yang ada di Jerman itu sampai kami ke sana meninjau juga," katanya.



Hal yang sama dituturkan oleh Rizki A Zaelani. Adanya karya seni bambu Joko Avianto seharusnya kembali pada kerja kuratorial yang melibatkan tim kecil.

Seni Bambu Proyek Anies Dianggap Tanpa KajianSeni Bambu Proyek Anies Dianggap Tanpa Kajian Foto: Hanif Hawari/ detikHOT


"Kalau di pameran atau patung ruang publik ada pertimbangan kuratorial. Ketika ditaruh di publik, publik yah pasti bereaksi. Orang terbiasa melihat gagasan secara mudah. Misalnya patung pahlawan bagaimana pun bentuk. Tapi orang bisa berpendapat beda-beda. Di level pengetahuan publik berbeda juga secara apresiasi," tutur Asikin.

Sedangkan Joko Avianto saat pertama kali dipanggil Anies, dia sudah diperlihatkan blueprint MRT di dekat Patung Selamat Datang. Ia pun mendesain karya seni itu berdasarkan blueprint tersebut.

"Rancangan di island yang ada di atasnya, yang menghadap Bundaran HI. Saya mendesain berdasarkan itu, kalau ada ketidakcocokan sebenarnya masing-masing. Saya nggak usah jawab juga," ungkapnya.






Tonton juga 'Anies Bantah Karya Seni Bambu di Bundaran HI Bentuk Sindiran':

[Gambas:Video 20detik]


(tia/nu2)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed