'Sang Saka' Ingatkan Generasi Zaman Now Tak Terlena Tren Kekinian

Desi Puspasari - detikHot
Sabtu, 07 Apr 2018 16:30 WIB
Foto: (Desi/detikhot)
Banjarmasin -

Nekad menerobos kebiasaan membawa teater ke pelosok, Teater Keliling punya misi untuk mengajak lagi anak muda mengingat lagi merebut kemerdekaan Indonesia. Itu juga yang membuat mereka terinspirasi membuat pertunjukan 'Sang Saka'.

"Dari sekian tahun, tahun 1945 sudah berjuang habis-habisan memerdekakan negara kita sendiri. Kita memiliki satu kebanggan apa yang disebut dengan Sang Saka," kata Rudolf Puspa, Ketua Yayasan Teater Keliling, di Bukit Wisata Kiram Martapura, Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2018) malam.

Rudolf berharap, usai melihat pementasan 'Sang Saka' generasi muda di lima kota yang dikunjunginya, yaitu Cirebon, Karawang, Pangandaran, Banjarmasin, dan Palangkaraya lebih mengenal dengan Sang Saka. Bukan hanya seksdar tahu Merah Putih adalah bendera Indonesia.


"Mencintai bendera kita, merah putih bukan sekadar merah dan putih tapi mempunyai makna dan kekuatan serta pondasi untuk bangsa ini. Sehingga mereka juga mengetahui itu mudah-mudahan mereka mencintai oh merah putih ada ya. Sehingga dia akan Indonesia itu negara kita, milik kita sehingga kita yang harus merawatnya," ungkapnya.

Kaum muda juga bukan hanya kritis untuk kepentingannya sendiri. Tapi juga kritis dengan yang terjadi di sekitar, dan peduli untuk mencari solusi bukan cuma mengikuti tren untuk sebuah eksistensi.

"Inspirasinya dari keliling ini. kita tuh melihat bangsa dari Sabang sampai Merauke. Kenapa sih bangsa ini? Kenapa sih bangsa ini nggak maju? Kenapa sih? Kenapa sih ini? Oh yang sana korup, oh saling salah-salah, sampai masalah etnis," tutur pria yang sudah 44 tahun berhasil menjalankan Teater Keliling dan memperkenalkan ke seluruh pelosok negeri.


Melihat generasi muda masa kini yang semuanya bergantung dengan media sosial, dsn mendapatkan semua dengan mudah, buat Rudolf sangat ingin kembali mengingatkan.

"Anak muda remaja, komunitas segala macam yang isinya remaja, mahasiswa, makanya kami selalu keliling. Selalu ajak anak SMA dicoba disuruh datang nonton," pungkas Rudolf Puspa.

(pus/doc)