Yang Beda di Kulfest 2017, Tak Melulu soal Musik

Hanif Hawari - detikHot
Sabtu, 25 Nov 2017 15:12 WIB
Foto: Hanif Hawari/detikHOT
Kulon Progo - Tak melulu soal musik, Kulon Progo Festival 2017 juga mengajak Anda untuk belajar cara membuat topeng dan wayang kulit. Acara pun berlangsung di Bendungan Kahyangan, Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (25/11/2017).

Di hari kedua ini, para pengunjung diajak oleh para senimannya, Sagio, mengajarkan soal wayang kulit dan Ki Supo seorang pengrajin topengnya.

detikHOT mendapat kesempatan untuk mengikuti serangkaian acara Kulfest 2017 selama tiga hari penuh dari 24 hingg 26 November 2017.



"Hari ini kita akan membuat topeng. Cerita Ramayana. Tokoh-tokoh binatang dan tokoh-tokoh raksasa. Mari kita mulai," ucap Ki Supo memulai workshop tersebut.

Pembuatan topeng kertas pun dimulai dari melapisi cetakan topeng yang sudah ada dengan kertas semen atau koran dengan memanfaatkan limbah yang ada.

Yang Beda di Kulfest 2017, Tak Melulu soal MusikFoto: Hanif Hawari/detikHOT


"Lapisan pertama jangan sampe permukaan cetakan kena lem. Nguncinya lem itu di belakang. Di baliknya (cetakan topeng), kalau sudah permukaan cetakan tertutup semua, tinggal menebalkan. Bisa menggunakan teknik sekali tempel bisa lima lapis. Sampai ketebalannya minimal 15-17 lapis. Setelah itu langsung di lepas dari cetakannya," kata Ki Sopo menjelaskan.

"Terus kalau sudah dikira cukup, bagian peti itu dikasih ring. Kawat melingkar dibagian topeng (di dalam). Biar fleksibel kalau dipakai oleh orang. Jika mukanya besar bisa dikecilin, begitu juga sebaliknya. Setelah itu dibuat lubang mata dan mulut. Setelah itu buat karakternya dengan serbuk gergaji. Itu disaring supaya lembut, yang lembutnya dicampur lem. Terus ditutup kertas lagi setelah itu finishing dengan mewarnainya," sambungnya.

Kemudian untuk membuat wayang kulit sendiri, Sagio juga membeberkan bagaimana proses awal membuatnya hingga menjadi sebuah wayang.

Yang Beda di Kulfest 2017, Tak Melulu soal MusikFoto: Hanif Hawari/detikHOT


"Awalnya disiapkan gambar, kalau sudah ada gambar, tinggal di pola ke kulit (kerbau). Setelah itu dipahat karakter wajahnya untuk membuat bayangan. Kalau di Jawa itu kalau kita ingin menonton wayang, bisa dilihat dari belakang layar kelihatan bayangannya. Namun Kalau ingin dilihat dari warna wayangnya, bisa dilihat dari depan," beber Sagio.

"Setelah itu diwarnai kemudian selesai. Dan terakhir dipakai tangkaiannya," lanjutnya.

Tak hanya belajar soal seni membuat topeng dan wayang kulit saja. Kulfest hari kedua ini juga akan menampilkan gamelan wayang kancil, bule mengajar, dan musik dari beberapa musisi terkenal. Seperti Endank Soekamti dan Jogja Hip Hop. Kemudian ada penampilan dari komunitas bisu Sulawesi dan penari Mas Didik Nini Thowok yang akan berkolaborasi dengan Japung Nusantara.

(hnh/wes)