DetikHot

art

Lagi, RPTRA Kalijodo Dipercantik dengan Mural dan Grafiti

Selasa, 08 Ags 2017 17:37 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Lagi, RPTRA Kalijodo Dipercantik dengan Mural dan Grafiti Lagi, RPTRA Kalijodo Dipercantik dengan Mural dan Grafiti Foto: Artsip Jakarta
Jakarta - Untuk kedua kalinya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo dipercantik dengan seni urban khususnya mural dan grafiti. Pengerjaan mural yang dilakukan di lokasi yang sama dengan proyek mural sebelumnya itu sudah dikerjakan sejak Senin (7/8) malam lalu.

Lokasi persis grafiti terletak di tembok sisi barat rumah pompa Kalijodo. Pihak di balik ide kreasi grafiti dan mural Kalijodo adalah tim kreator dari Artsip Jakarta. Esti Nurjadin dari D'Gallerie Jakarta yang merupakan salah satu tim menceritakan mengenai ide proyek kedua.

"Di proyek kali ini kita cuma melebarkan saja bukan lebih tinggi dari yang awal. Kalau di sisi sebelahnya kosong jadi banyak orang yang menggambar," tutur Esti Nurjadin, dihubungi detikHOT, Selasa (8/8/2017).



Lebar mural dan grafiti yang digarap empat seniman muda itu sekitar 40 meter dengan tinggi hanya 2 meter. Visual yang digambar pun lebih menggambarkan tema 'Unity in Diversity'.

"Sehati sebangsa jugalah. Tapi tetap sesuai karakter mereka, warna juga terserah mereka. Kayak Yellowdino menggunakan karakter ikat kepala Sunda, saya kemarin bilang kalau ada pecinya seperti apa. Tapi masih belum tahu nantinya," kata Esti lagi.

[Gambas:Instagram]



Ada empat street artist yang berpartisipasi. Di antaranya adalah Muklay, Crack, Koma, dan Yellowdino asal Bandung. Keempatnya dipilih tim Artsip Jakarta. Progress dari proyek kedua Artsip Jakarta bisa dilihat di akun Instagram @artsipjakarta.



Sebelumnya di proyek pertama seniman jalanan yang berpartisipasi yakni Bujangan Urban, Blesmokie, Darbotz, Mr.Wormo, Orderplus, The Popo, Stereoflow, Tutu, Tuyuloveme, Gigin, dan Marishka Soekarna yang dikenal di sosial media dengan @drawmama.

Kawasan ruang publik Kalijodo yang berada di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dan kecamatan Tambora, Jakarta Barat, itu diratakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah 46 tahun jadi kawasan hiburan malam. Pemprov meratakannya pada 29 Februari 2016 lalu. Lahan milik negara itu disiapkan untuk taman dan jalur hijau, yang saat ini fasilitasnya masih dilengkapi oleh pemerintah.



(tia/dar)
Photo Gallery
1 1 2 3 4 5
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed