Akhir pekan lalu, pengunjung Museum Seni Amerika Whitney di New York dihebohkan dengan sebuah karya seni instalasi tersembunyi 'Bon Apetit'. Karya seni yang diciptakan untuk mempromosikan lagu terbaru Katy Perry itu membuat pengunjung berdecak kagum.
Awalnya seorang pria mencari pengunjung untuk terlibat dalam performance art sebuah karya seniman bernama Katheryn Hudson. "Ini karya yang benar-benar bagus dan sangat rahasia, siap-siaplah Anda akan tercengang dan terkejut dengan karya seni instalasi ini," ujar pria tersebut seperti dikutip detikHOT dari Huffington Post, Rabu (24/5/2017).
"Ini semacam perayaan hari raya dan segala sesuatu yang harus kita makan. Dan sistem kapitalis dari dua wajah dalam tata cara makan yang sekarang akan segera saya tampilkan ke hadapan Anda," tutur pria tersebut lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Katy Perry sempat membuat heboh museum dan menjadi perbincangan media massa setempat. Namun, seorang kritikus seni menulis di Hyperallergic, Benjamin Sutton, mengatakan usaha Katy Perry menggabungkan antara santapan makan dan pertunjukan seni sangat 'jelek', terutama tentang konsep sejarah panjang hibrida berbuah yang mengeksplorasi tema serupa.
"Konsep Katy Perry seperti punya seniman ternama Marina Abramovic, Carolee Schneemann, dan Jennifer Rubell. Tapi karya Katy Perry sangat tidak masuk akal dan rumit. Katy Perry terlalu mengomentari persoalan antara tubuh dan daging, jenis kelamin dan makanan, dan makanan dan kesenangan," pungkas Benjamin Sutton.
(tia/doc)











































