"Kami tahu semakin banyak galeri yang ikut serta, art fair akan menjadi semakin besar. Tapi ruang di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel space-nya tak sebanyak seperti di Singapura, dan tentu saja kami harus menyeleksinya," tutur Lorenzo Rudolf, usai jumpa pers, Rabu (3/5/2017).
Tak hanya persoalan selektif memilih galeri saja, namun Lorenzo Rudolf juga mengungkapkan tentang kualitas galeri yang berpartisipasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak: 50 Galeri Indonesia dan Mancanegara Meriahkan Art Stage Jakarta 2017
Kualitas yang dimaksud oleh Lorenzo Rudolf juga persoalan konten. Yakni, seniman yang diusung dan karya-karya yang bakal ditampilkan.
"Tentunya bukan karya yang sudah tampil di sebelumnya. Kontennya harus berkualitas dan belum pernah dilihat sebelumnya," pungkas Lorenzo Rudolf.
Art Stage Jakarta 2017 ada enam galeri yang hadir secara eksklusif . Di antaranya adalah Nadi Gallery, Semarang Gallery, ROH Projects, D Gallerie, Rachel Gallery, dan CAN's Galerie.
Selain itu, Art Stage Jakarta 2017 juga akan menampilkan galeri internasional yang datang dari berbagai negara lainnya. Di antaranya adalah Mizuma Gallery, Tomio Koyama Gallery, OTA Fine Arts, dan ShugoArts dari Tokyo.
Galeri dari Singapura pun juga rencananya akan mengikuti Art Stage Jakarta 2017. Mereka adalah Gajah Gallery dan FOST Gallery yang akan menampilkan seniman Singapura dan Asia Tenggara.
The Drawing Roomdan Artinformal dari Manila, Sullivan+Strumpf asal Sydne, Edouard Malingue Gallery dari Hong Kong, dan Wei-Ling Gallery asal Kuala Lumpur juga akan memastikan kehadirannya di art fair ini.
(tia/ken)











































