DetikHot

art

Penelitian Lukisan Kaca Masih Jarang di Dunia

Kamis, 13 Apr 2017 17:05 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Penelitian Lukisan Kaca Masih Jarang di Dunia Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Peneliti asal Prancis Jerome Samuel memaparkan sejarah serta perkembangan lukisan kaca dalam sebuah seminar di Auditorium IFI Jakarta. Menurutnya, penelitian tentang lukisan kaca masih jarang dan terbilang langka di dunia.

"Baik di Indonesia dan di luar negeri, riset yang berkaitan dengan lukisan kaca sangat sedikit. Hal itu juga yang membuat saya tertarik untuk menelitinya," tuturnya dalam seminar 'Bincang Lukisan Kaca Jawa, Karya Seni Populer Abad 19 & 20' pada Rabu, 12 April 2017 lalu.

Simak: Peneliti Prancis Kepincut Sejarah Lukisan Kaca Jawa

Penelitian pertama dibuat oleh Hooykaas-van Leeuwen Boomkamp, seorang Belanda, pada tahun 1930-an yang menggambarkan situasi kerajinan lukisan kaca khususnya di Yogyakarta pada masa itu. Kemudian, dilanjutkan di awal tahun 1980-an oleh tim peneliti Jepang di bawah pimpinan ilmuwan Seichi Sasaki.

Hasil penelitian tim Jepang itu berupa kumpulan foto lukisan kaca yang mereka temukan. Terakhir, penelitian disertasi Eddy Hadi Waluyo yang menyinggung revitalisasi seni lukis kaca dari tahun 1980-an sampai tahun 2000-an di Cirebon, Yogyakarta dan Nagasepaha, Buleleng, Bali.

Jerome menjelasan lukisan kaca dianggap tidak penting oleh para peneliti bisa jadi karena beberapa hal.

"Saat itu lukisan kaca dianggap kesenian rakyat populer dan tradisi. Saya pernah mengikuti seminar pakar-pakar seni lukis kaca di Jerman dan mereka tidak berusaha mempopulerkan lukisan kaca, hanya di lingkup mereka saja," pungkas pria yang juga anggota Dewan Redaksi Jurnal Archipel itu.


(tia/ken)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed