Selama dua bulan residensi di REDBASE, Suvi tertarik untuk meneliti kebudayaan Madura (di luar pulau). Tentang budaya yang dilakukan para penduduk yang merantau ke daerah lain, khususnya Yogyakarta.
"Istilah 'Onggha' yang diambil menjadi tajuk pameran berarti memanjat. Istilah tersebut merujuk pada kegiatan suku Madura yang meninggalkan kampung halaman untuk merantau," tutur perwakilan Redbase, Anjali, dalam keterangannya Kamis (6/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
Suvi yang juga berasal dari Madura dan kini menetap di Surabaya, Jawa Timur itu mempelajari kebudayaan asalnya. Mulai dari mengamati kebiasaan sehari-hari, mempelajari sejarah Madura, hingga ide kreatif yang tertuang melalui eksperimen karya seni.
Tak hanya itu saja, istilah 'Toron' atau turun yang merujuk pada mereka yang pulang ke rumahnya setelah 'Onggha' itu juga coba ditemukan oleh Suvi. "Dia mencoba menemukan faktor utama penyebab fenomena ini, kota Yogya digunakan sebagai tempat kontestasi dari ide dan identitas bertemu," tambah Anjali.
Pameran tunggal Suvi dibuka pada Rabu (12/4) mendatang di REDBASE Foundation Yogyakarta, Desa Jurug RT 02 No.72, Bangunharjo, Sewon, Bantul.
(tia/ken)











































Foto: Istimewa