Lewat eksibisi berjudul 'Selfscape', Dongming tak hanya mencatat apa yang ada tapi juga mewujudkan gagasan tentang kehidupan dan budaya Tiongkok yang terus bergerak. Lukisan-lukisan potret ciptaannya bersifat ekspresionisme dan tidak selalu realistik.
"Kekuatan ekspresi lukisan-lukisan Dongming berada sekaligus di antara gagasan tentang image bentuk (identitas) yang digambarkannya dengan kekuatan teknik dan material pewarna yang dikerjakannya," tulis keterangan pers yang diterima, Kamis (16/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikuratori oleh RizkiA Zaelani, 'Selfscape' dipilih karena sebagai cara untuk memahami karya yang diciptakan Dongming.
"Lukisan-lukisan Dongming dikerjakan untuk meraih lapisan-lapisan pengalaman yang terdalam mengenai seseorang (yang lain dari kita sendiri)," kata Rizki A Zaelani.
"Selfscape" akan menampilkan lukisan-lukisan mutakhir Xie Dongming yang menunjukkan hasil penjelajahannya di berbagai tempat (budaya) di daratan China juga di luar China βtermasuk di Indonesiaβ saat ia pernah memiliki kesempatan untuk mengunjungi dan mengamati warga di daerah sekitar Yogyakarta.
Xie Dongming dikenal sebagai salah satu tonggak pendidikan tinggi seni rupa di Tiongkok. Dia adalah seorang profesor seni lukis di Central Academy of Fine Arts Beijing. Sosok Xie Dongming menjadi salah seorang pelopor kemajuan seni lukis (realis) Tiongkok dengan proyek perjalanan dan studi mereka ke berbagai pelosok budaya-budaya lokal. Dongming aktif mengikuti pameran di berbagai negara, beberapa di antaranya di Indonesia, Jepang, Rusia, Italia, Prancis, Jerman, Hungaria, Inggris, dan Amerika Serikat.
Eksibisi ini terselenggara berkat kerja sama dari Galeri Nasional Indonesia dan Fang Gallery yang dibuka Selasa (14/2) lalu dan berlangsung hingga 24 Februari mendatang.
(tia/mmu)











































