Jika Anda berada di lokasi penyelenggaraan Marina Bay Sands Expo and Convention Center, singgahlah ke bagian Forum Asia Tenggara. Karya Tintin berada berdekatan dengan seniman asal Kamboja Svay Sareth. Ruangan gelap dengan tiang-tiang besar menyapa pengunjung yang memasukinya.
Tiang yang ditutupi oleh kain hitam tersebut memuat beragam suara yang memuat puisi-puisi yang berasal dari aneka bahasa. Jika diperhatikan ada bahasa Indonesia, Vietnam, Inggris, dan Arab. Di beberapa tiang terdapat cahaya temaram yang difokuskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karyanya dikomisikan oleh 4A Centre for Contemporary Asian Art dengan bantuan dari Yayasan Keir. Sebelumnya di Art Stage Singapore 2017, Tintin pernah membuat karya interaktif yang mengajak pengunjung untuk berganti kewarganegaraan dan membuat paspor sendiri. Lewat 'Make Your Own Pasport', Tintin mengkampanyekan persoalan perbatasan yang tak pernah selesai.
Karya-karya Tintin kini telah tersebar di banyak ruang publik dan menjadi koleksi pribadi di Australia, Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Termasuk karyanya yang menjadi koleksi permanen dari Queensland Art Gallery/Gallery of Modern Art, He Xianing Art Museum, Singapore Art Museum, dan lain-lain.
Memasuki hari terakhir Art Stage Singapore 2017, seni instalasi Tintin Wulia masih bisa dikunjungi hari ini hingga pukul 18.00 waktu Singapura!
(tia/dal)











































