Art After Dark! Menikmati Sensasi Karya Seni di Malam Hari

Laporan dari Singapura

Art After Dark! Menikmati Sensasi Karya Seni di Malam Hari

Tia Agnes - detikHot
Sabtu, 14 Jan 2017 10:00 WIB
Art After Dark! Menikmati Sensasi Karya Seni di Malam Hari
Foto: Tia Agnes Astuti/detikHOT
Gillman Baracks - Bagaimana rasanya jika semua galeri seni di suatu kawasan baru buka menjelang sore hingga malam hari? Ya, setiap bulannya Gillman Baracks yang dikenal sebagai kawasan bekas barak militer selalu menyelenggarakan Art After Dark.

Istilah 'Art After Dark' dipakai karena memang galeri seni yang ada di wilayah ujung selatan negara Singapura itu mulai ramai dikunjungi publik ketika malam hari. Ternyata benar saja, dalam rangka Singapore Art Week (SAW) 2017 detikHOT pun mendatangi Gillman Baracks.

Tur seni dimulai di Jalan Malan ketika Indieguerillas berkolaborasi dengan Lulu Lutfi Labibi dan Ari Wulu memulai pawai dari NTU CCA Singapore hingga Mizuma Gallery. Kawasan yang berdiri sejak 1936 itu dibangun sebagai barak militer untuk tentara Inggris namun direnovasi menjadi kawasan seni, toko-toko pop-up serta dikenal sebagai tempat nongkrong dan makan anak-anak muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain NTU CCA Singapore, di Jalan Malan terdapat galeri Red Baron, ARNDT, Art Outreach, Playeum (Children's Centre for Creativity'), Supermama, NEKKID, dan The Naked Finn. Keramaian akan lebih terasa ketika mencapai Jalan Lock. Dari ujung gerbang utama Gillman Barracks, akan ditemui Fost Gallery dan Yeo Workshop. Lalu, Sullivan + Strumpf serta di Sundaram Tagore Gallery.

Sullivan + Strumpf memajang tiga buah patung hiperrealis karya Sim Jinks yang membuat pengunjung antre untuk memasukinya. Di seberangnya ada OTA FINE ARTS, jika dilanjutkan berjalan lagi maka akan ditemui bangunan tiga lantai yang dipenuhi keramaian pengunjung. Di situ menjadi pusat dari Art After Dark.

<i>Art After Dark</i>! Menikmati Sensasi Karya Seni di Malam Hari Foto: Tia Agnes Astuti/detikHOT

Sembari menunggu musisi Charlie Lim unjuk gigi di panggung Block 9 pukul 10 malam, terlebih dahulu melihat galeri yang ada di bangunan tersebut. Ada Pearl Lam Galleries, Shangart Gallery, dan Yavuz Gallery. Di Pearl Lam Galleries, publik dapat melihat proses pra-produksi dari seniman Tiongkok Zhu Jinshi dan beberapa karya seniman lainnya.

Tak ketinggalan di Mizuma Gallery yang berada di ujung jalan Lock. Kemeriahan tak ketinggalan menyapa publik khususnya pecinta seni dari Indonesia. Setelah tampil pawai, Indieguerillas x Lulu Lutfi Labibi x Ari Wulu masih meramaikan galeri milik Sueo Mizuma.

Art After Dark tak hanya digelar saat ajang Singapore Art Week (SAW) 2017 saja tapi juga dua kali sebulan setiap Jumat malam. Arsitektural kolonial Baracks, taman tropis, sampai karya seni di ruang publik menjanjikan perjumpaan seni yang inspiratif dengan seni kontemporer.

Publik pun berbondong-bondong selfie serta berfoto bersama di setiap karya seni ruang publik. Ramahnya staf Gillman Baracks di meja informasi pun menambah nilai plus dari Art After Dark. Usai penampilan dari Charlie Lim, pesta dilanjutkan di ujung Jalan Malan dekat galeri Red Baron Singapura. Bagi Anda yang ketinggalan Art After Dark di SAW 2017, jangan khawatir karena dua minggu lagi akan diadakan lagi. Segera nantikan Art After Dark di Gillman Baracks!

(tia/dal)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads