Hal tersebut dikatakan Kepala GNI, Tubagus 'Andre' Sukmana di ruang seminar GNI saat temu media. "Ada delapan pameran yang sudah kami rencanakan di tahun 2017. Dimulai dari pameran seni rupa nusantara yang dari seluruh provinsi diseleksi sebagai tolak ukur dari berbagai negara. Dilanjutkan dengan pameran koleksi seni rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia," ujarnya, belum lama.
Eksibisi tiga tahunan (triennale) seni patung kontemporer pun akan kembali digelar tahun ini. "Kalau bulan ini sampai Januari nanti ada pameran dua tahunan seni keramik, tapi triennale yang menjadi agenda rutin kami akan kembali diselenggarakan," lanjut Andre.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andre kembali melanjutkan event pameran tahunan keliling GNI di penjuru Indonesia akan berada di Lampung dan Gorontalo. Secara khusus, GNI pun akan menggelar eksibisi gambar cadas atau lukisan-lukisan gua yang berasal dari zaman pra-sejarah.
"Seperti yang kita ketahui gambar cadas ada di Sumatera, Maluku, Makassar, dan banyak daerah lainnya. Gambar cadas akan kami kemas dalam konsep seni rupa kontemporer," tuturnya.
Selain itu, GNI akan menyelenggarakan pameran tunggal perupa Indonesia. Di antaranya adalah Nasjah Djamin, Natee Utarit, Yuswantoro Adi, Budi Ubrux, dan Hafiz Rancajale. Namun, dia membocorkan ada satu nama yang kemungkinannya juga akan mengadakan eksibisi tunggal. Dia adalah Butet Kertaradjasa .
"Sudah setahun ini dia masuk kandang lagi dan merencanakan pameran di Galeri Nasional. Insya Allah tahun 2017," pungkas Andre.
(tia/dar)











































