Swedish Academy mengumumkan keputusan Dylan lewat situs The Nobel Prize pada Rabu (16/11). Dalam suratnya, penulis lagu asal Amerika Serikat itu tidak akan hadir di malam penerimaan hadiah pada Desember mendatang. Tentunya keputusan tersebut bertentangan dengan yang dikatakannya dua minggu usai pengumuman.
The Swedish Academy pun menghormati keputusan dari Bob Dylan tapi hal tersebut tidak biasa bagi seorang pemenang Nobel untuk tidak datang ke Stockholm. Namun, pihak penyelenggara masih menunggu keputusan Dylan untuk memenuhi persyaratan lainnya. Yakni, memberikan kuliah sastra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Bob Dylan, masih ada penulis lainnya yang juga mangkir dari malam penganugerahan Nobel. Misalnya, novelis Doris Lessing karena usianya yang sudah senja, dramawan Harold Pinter yang berada di rumah sakit, dan penulis Elfriede Jelinek yang memiliki fobia sosial. Meski demian, akademi mencatat hadiahnya masih menjadi milik mereka, sama seperti Bob Dylan.
"Dia tidak harus memberikan kuliah sastra tapi boleh juga konser musik sebagai bentuk pengabdian," tulis The Swedish Academy lain.
Keputusan memenangkan nama Bob Dylan pun menjadi kontroversial. Karyanya yang berupa lirik-lirik lagu penuh makna itu dianggap tak setara dengan karya sastra bergengsi lainnya. Seperti yang diutarakan penulis 'Trainspotting' Irvine Welsh. "Ini merupakan penghargaan nostalgia yang disalahpahami. Golongan hippies meracau," katanya dilansir dari Guardian.
(tia/mah)











































