Selama dua bulan lamanya, mulai dari September hingga November, seniman yang tinggal di Kanada dan Bali itu melakukan residensi. Karyanya terinspirasi dari hal-hal di sekitarnya seperti benda temuan dan benda-benda tua. Di residensi kali ini, Ari tertarik pada sejarah perkembangan perempuan di Indonesia.
Baca Juga: Festival Teater Jakarta Dibuka 21 November
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Catatan-catatan itu berisi tentang pola dan instruksi dalam senam aerobik," terang Ari dalam keterangannya, Selasa (15/11/2016).
Lewat proyek pameran tunggalnya kali ini, Ari ingin menggambarkan salah satu aspek kecil ke dalam realitas sosial. "Dengan cara membuat gambar yang kuat dari perempuan melalui patung-patung figuratif yang diberikan lapisan warna. Saya juga menggunakan material siap pakai seperti batu dan kayu sebagai medium karya menggambar dan melukis," jelasnya.
(tia/mmu)











































