'Jangdna', Karya Seni Audio-Visual yang Merespons Suara

'Jangdna', Karya Seni Audio-Visual yang Merespons Suara

Tia Agnes - detikHot
Senin, 31 Okt 2016 11:37 WIB
Jangdna, Karya Seni Audio-Visual yang Merespons Suara
Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Pameran 'Dialogue with the Senses' menampilkan karya sembilan seniman Korea-Indonesia. Salah satu karya interaktif yang mengajak pengunjung ikut menjadi menjadi bagian adalah 'Jangdna' ciptaan seniman Korea Hyung Joong Kim.

Hyung Joong Kim menyakini semua hal yang terjadi di dunia terhubung melalui data untuk menciptakan suatu bentuk kehidupan yang ditempati sekarang. "Saya selalu menggunakan daya imajinasi untuk mengetahui hubungan antara hal-hal, baik yang material maupun immaterial," ujarnya seperti yang termuat dalam katalog, seperti dikutip Senin (31/10/2016).

Simak: 'Mencicipi' Karya Seni Instalasi Seniman Korea-Indonesia

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'Jangdna' merupakan karya yang merupakan kombinasi dari kata 'Jangdan' artinya ritme tradisional Korea, dan 'DNA''. Ketika detikHOT mengunjungi pameran yang berada di Galeria Fatahillah, Jakarta, asisten kurator, Evelyn Huang', menjelaskan sang seniman memplesetkan kata 'Jangdan' menjadi 'Jangdna'.

"Ini plesetan dari dia yang sebenarnya mengartikan alam adalah data, dan data adalah alam," ujarnya, Minggu (30/10/2016).

Karya seni instalasi yang bersifat parsipatoris ini caranya cukup mudah. Para pengunjung yang masuk ke dalam ruangan gelap, cukup mengucapkan beberapa kata atau kalimat selama enam detik di depan mikrofon yang disediakan. Lalu, kata-kata tersebut akan dikirimkan ke dalam software, yang mengubahnya menjadi visual yang ada di layar.

"Visualnya seperti struktur DNA, karena dia merespons suara yang kita ucapkan," lanjut Evelyn.

"DNA dari ritme itu setelah sel terbentuk, akan mulai terhubung dengan sel lain hingga berkembang menjadi ritme baru," pungkasnya.

Hyung Joong Kim adalah seniman Korea dengan latar pendidikan video. Dia kini menetap di Seoul dan Daejeon. Karya-karya audio visualnya selalu bereksperimen terhadap pemetaan bunyi dan visual atas data biologis seperti rangkaian DNA. Saat ini ia sedang bekerjasama dengan laboratorium bioanalisis di Korea Research Institute of Standards and Science, untuk menghubungkan seni dan sains.

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads