"Penambahan yang siginifikan di tahun ini dan membludak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yang mengirim totalnya ada 1200 lukisan dari 700 pelukis, tapi kami harus menyeleksinya sampai 50 karya dari 50 seniman," ujar Senior Vics President Strategic Communications & Customer Advocacy Head UOB Indonesia, Maya Rizano, di Ciputra Gallery Jakarta, Senin (24/10/2016).
Karya-karya yang dikirimkan tak hanya berasal dari kota Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta saja. "Tapi berbagai kota lainnya juga mengirimkan dan mungkin tahun depan kami sosialisasi ke Kalimantan dan kota besar lainnya," ujar Maya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Gatot Indrajati Raih Penghargaan UOB Painting of the Year 2016
Di kompetisi kali ini, sebanyak 60β karya yang dipamerkan berasal dari kategori profesional dan sisanya pendatang baru. Mereka yang mengikuti kompetisi ini disyaratkan empat hal, yaitu persoalan pesan dalam karya, kreativitas, sensibilitas dan teknik yang digunakan.
"Sensibilitas itu karya yang bisa mengambil hati penikmat seni dan masyarakat," lanjutnya.
Agung Hujatnikajennong, salah satu tim dewan juri, menambahkan ada sistem penyeleksian yang berbeda. Yakni, wawancara kepada para seniman.
"Tahun ini kami mewawancarai langsung para finalis dan punya kesempatan ngobrol langsung dengan mereka, menguji lagi konsep karya, video conference, dan menguji lagi apakah penilaian kami sesuai," pungkasnya. (tia/dal)











































