DetikHot

art

Gatot Indrajati Raih Penghargaan UOB Painting of the Year 2016

Selasa, 25 Okt 2016 08:19 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Gatot Indrajati Raih Penghargaan UOB Painting of the Year 2016 Foto: Tia Agnes Astuti/detikHOT
Jakarta - Kompetisi seni lukis tahunan yang digelar oleh PT Bank UOB Indonesia kembali diselenggarakan tahun ini. Usai melakukan proses penjurian yang panjang dan publikasi di beberapa kota besar di Indonesia, akhirnya tim dewan juri mengumumkan hasil dari para pemenang pada Senin (24/10/2016) di Ciputra Gallery, Lotte Shoping Avenue, Jakarta.

Nama Gatot Indrajati keluar sebagai pemenang dari UOB Painting of the Year. Lewat lukisan berjudul, 'Right or Wrong My Home' atau berarti 'Benar atau Salah Tetap Rumah Saya', kemenangan ini menjadikan yang kedua kalinya bagi Gatot di kompetisi seni lukis ini. Kemenangan pertama diraihnya pada tahun 2011 lewat lukisan 'Repacking'.

Salah satu tim dewan juri Heri Dono mengatakan karya yang masuk kali ini dan 8 pemenang kali ini tidak homogen dan sangat plural. "Muatan konsep dan filosofis yang ada di lukisan pemenang utama Gatot sangat penting. Banyak karya yang konseptual dan variatif tapi Gatot salah satu yang berhasil menyampaikannya kepada dewan juri, dan tentu saja kepada publik hari ini," ujarnya.

Karya Gatot pun, lanjut pemilik Studio Kalahan Yogyakarta, adalah seni konvensional. Tapi dengan alat dan bahan yang digunakannya serta pengerjaan kekriyaan, namun bukan kriya.

"Karyanya masih dua dimensi tapi bukan kriya," tegasnya.

Lukisan Gatot dipilih dari empat karya lukis finalis kategori Seniman Profesional di ajang tahun ini. Gatot Indrajati dikenal sebagai seniman yang menggambarkan kondisi sosial di Indonesia dengan cara jenaka. Dewan juri terkesan dengan hasil karya lukisannya yang menggambarkan bagaimana rakyat Indonesia mengesampingkan segala perbedaan mereka, dan bersatu dalam menghadapi segala kecaman yang ditujukan bagi negara mereka.

Gatot Indrajati Raih Penghargaan UOB Painting of the Year 2016Foto: Tia Agnes Astuti/detikHOT

Secara khusus Gatot merinci persoalan masyarakat urban di Indonesia. Tapi, dia berinovasi menggunakan teknik cat dan kayu, berbeda dengan teknik cat acrylic di atas kanvas yang digunakan saat memenangi kejuaraan di tahun 2011.

Kompetisi UOB Painting of the Year di Indonesia sudah berlangsung yang ke-6 kalinya, dan menitikberatkan terhadap persoalan sensibilitas. Sensibilitas dalam seni mengaitkan pada emosi dan perasaan dari seniman kepada karya yang dibuatnya.

Presiden Direktur UOB Indonesia, Kevin Lam, mengatakan kompetisi tahun ini meningkat dari segi jumlah. "Kami percaya lukisan adalah bentuk seni tertinggi dan mampu menginspirasi siapa saja," ujarnya.

Karya seni para pemenang dipilih oleh dewan juri beranghotan Agung Hujatnikajennong, kurator Kuss Indarto, dan seniman kontemporer asal Yogyakarta, Heri Dono. Selain Gatot yang meraih hadiah senilai Rp 250 juta dan kesempatan residensi satu bulan di Fukuoka Asian Art Museum, masih ada pemenang lainnya di kategori profesional dan pendatang baru.

Mereka adalah Hono Sugeng Nugroho dengan karya 'Pribumi dan Keseimbangan' (gold award), Catir Bina Prasetyo 'Monumen #2 Membangun Negeri Kuat' (silver award), Hudi Alfa 'Identifikasi' (bronze award). Sedangkan di kategori seniman pendatang baru ada Ignasius Dicky Takndare 'Khanikla Mey Moyo Yarate Ate' (most promising artist of the year), Henryette Louise YT 'Tulang Warisan' (gold award), Agustan 'Symptom of Nomophobia' (silver award) dan Diana Puspita Putri 'Terpaku Berlandas Alasan' (bronze award).

Kompetisi ini telah menghasilkan seniman-seniman Indonesia ternama selama lima tahun terakhir. Di antara Y.Indra Wahyu yang meraih UOB Southeast Asian Painting of the Year di tahun 2012, yang terkenal dengan teknik cat air dan sketsa. Antonius Subiyanto, seniman Indonesia kedua yang memenangkan UOB Southeast Asian Painting of the Year tahun 2014, dengan material arang dan arkilik emas. Serta Anggara Prasetyo, pemenang UOB Southeast Asian Painting of the Year tahun lalu. Dia menggunakan kombinasi beberapa teknik pahatan, cat semprot dan arkilik dalam karya 'Exploitation of Fish'.


(tia/dal)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed