DetikHot

art

Singapore Biennale 2016 Umumkan 62 Nama Seniman yang Tampil

Senin, 03 Okt 2016 11:57 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Singapore Biennale 2016 Umumkan 62 Nama Seniman yang Tampil Foto: Singapore Art Museum/ Singapore Biennale 2016
Jakarta - Singapore Art Museum (SAM) kembali mengumumkan nama-nama baru dari seniman yang akan berpartisipasi di Singapore Biennale 2016 atau disingkat SB2016. Mengusung tema 'An Atlas of Mirrors', totalnya ada 60 karya seni dari 62 daftar seniman serta grup seniman yang memajang karyanya.

Karya-karya dengan berbagai medium meliputi sembilan sub-tema dan disebar ke tujuh titik lokasi. Seperti yang tercantum dalam keterangan pers, Senin (3/10/2016), lokasi di antaranya adalah SAM dan SAM di 8Q, Asian Civilisations Museum, de Suantio Gallery di SMU, National Museum of Singapore, Stamford Green, dan Peranakan Museum.

Kini, penyelenggara dan tim kuratorial SB2016 mengumumkan daftar seniman-seniman baru yang berasal dari Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur.

Di antaranya adalah Chou Shih Hsiung, Debbie Ding, Faizal Hamdan, Abeer Gupta, Subodh Gupta, Gregory Halili, Agan Harahap, Kentaro Hiroki, Htein Lin, Jiao Xingtao, Sanjay Kak, Marine Ky, H.H. Lim, Lim Soo Ngee, Made Djirna, Made Wianta, Perception3, Niranjan Rajah, S. Chandrasekaran, Sharmiza Abu Hassan, Nilima Sheikh, Praneet Soi, Adeela Suleman, Melati Suryodarmo, Nobuaki Takekawa, Jack Tan, Tan Zi Hao, Ryan Villamael, Wen Pulin, Xiao Lu, Zang Honghua, dan Zulkifle Mahmod.

Karya-karya mereka memiliki beberapa sub-tema. Yakni persoalan ruang dan tempat, sejarah, hubungan antara alam dan budaya, perbatasan sebuah negara, nasional dan identitas budaya, pengalaman bermigrasi, dan sejarah yang termajinalkan.

Baca Juga: 176 Lukisan Akbar Pelukis Otto Djaya Dipamerkan di Jakarta



Seperti yang ditampilkan oleh Titarubi yang bekerja tentang persoalan warisan budaya dan membuka kembali apa yang sudah terjadi dengan kontemplasi dan retrospeksi. Bagi Titarubi, sejarah terus menerus berulang karena sejarah kekuasaan dan hal tersebut terlihat di beberapa warisan penaklukan kolonial di Asia Tenggara.

Dia menampilkan karya seni instalasi kapal yang terbakar habis di era abad-abad awal kolonialisme Eropa. Selain itu, Titarubi pun menciptakan referensi pembakaran kapal-kapal di Indonesia oleh sebuah perusahaan Hindia Belanda. Saat itu, perusahaan tersebut berusaha merebut kembali atas perdagangan rempah-rempah yang menguntungkan.

Persoalan imigrasi juga dibicarakan oleh seniman asal India Rathin Barman dan Adeela Suleman asal Pakistan. Barman membawa 'Home, and a Home' yang menginvestigasi lanskap atau ide tentang pengungsi Bangladesh ke Kalkuta. Dan lewat lukisan 'Dread of Not Night', Suleman menceritakan tentang migrasi orang-orang Persia dan Mughal.

Sebelumnya, sudah ada 22 nama yang diumumkan. Mereka adalah Ade Darmawan (Indonesia), Hemali Bhuta (India), Bui Cong Khanh (Vietnam), Chia Chuyia (Malaysia), Deng Guoyuan (Tiongkok), Patricia Eustaquio (Filipina), Sakarin Krue-On (Thailand), MAP Office (Hong Kong), Pala Pothupitiye (Sri Lanka), Melissa Tan (Singapura), Vertical Submarine (Singapura), dan Harumi Yukutake (Jepang).



Ke-62 seniman yang sudah diumumkan sampai sekarang ini dipilih oleh tim kuratorial SB2016 dengan hati-hati. Diketuai oleh Susie Lingham, para seniman dipilih oleh tim kurator SAM yakni Tan Siuli, Joyce Toh, Louis Ho, Andrea Fam, dan John Tung. Serta empat kurator yang diundang yakni Suman Gopinath dari Bangalore, India, Michael Lee dari Singapura, Nur Hanim Khairuddin dari Ipoh, Malaysia, serta terakhir adalah Xiang Liping asal Shanghai, Tiongkok.

SB2016 dibuka untuk umum pada 27 Oktober mendatang di Singapore Art Museum dan bakal berlangsung hingga 26 Februari 2017.


(tia/mmu)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed