Lewat 'KING INK', Enrico menyusun karyanya yang merupakan drawing dan etching hitam putih di atas kertas berukuran mungil, dari terkecil 8 x 12 cm hingga paling besar 40 x 40 cm. Di dinding galeri pun, ia sengaja memuatnya seperti sebuah lukisan berskala besar. Buku ini berperan sebagai 'galeri berjalan' untuk memiliki karya seni dengan skala tepat dan lebih terjangkau.
Baca Juga: Entang Wiharso Ingin Seniman Indonesia Go International di Rumah Sendiri
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam KING INK, saya memilih media hitam-putih yang dipahami sebagai kerangka filsafat yin dan yang," katanya, Kamis (2/6/2016).
![]() |
Enrico pun selalu bekerja dengan detail, berbicara dengan rinci, baik dari segi rupa maupun narasi. Kehadiran karyanya membutuhkan jarak pandang yang dekat dan akrab.
"Hadirnya KING INK bertujuan untuk mengenalkan cara alternatif mengoleksi benda seni dengan mudah dan menarik. Buku ini juga diharapkan dapat memperkarya variasi buku seni berkualitas yang kembali menggeliat lagi," pungkas dia.
(tia/mmu)












































