Ke-12 lukisan yang dilukisnya merupakan figur perempuan yang terkesan sensual. Namun, digarapnya sebagai bagian integral dari penggarapan bidang warna dan garis-garis yang cenderung geometrik, dekoratif, dan gaya kubistik.
"Saya juga menyiapkan sebuah lukisan berukuran raksasa yang terdiri di dalam empat panel," ujarnya, dalam keterangan kepada detikHOT, Kamis (2/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukisan besar tersebut berukuran sekitar 275 x 580 sentimeter dan berjudul "Bisu". "Isinya karikatur kehidupan masyarakat saat ini yang saling tidak mendengar."
'Tembang Sunyi' juga dinilai sebagai paradoks dalam paduan dua kata. 'Tembang' yang selalu berasosiasi dengan bunyi, dan 'sunyi' yang mengandaikan nir-usara. Bagaimana kalau sebuah tembang tanpa suara? Mungkinkah sebuah tembang menjadi tembang kalau tidak (boleh) ada suara yang terdengar? Akan lebih banyak lagi pertanyaan dan renungan yang bisa diperoleh lewat menonton pameran ini.
Pembukaan pameran tunggal RB Ali pada 3 Juni mendatang pukul 19.30 WIB di ruang serba guna Galeri Nasional Indonesia. Edi Bonetski, Yayat Lesmana, Rohadi Cumik, A.Muhsoni, Tiwi Maria, dan Dani Sugara akan meramaikan pembukaan besok malam.
(tia/ron)











































