Kali ini, Haryanto Gunawan akan membuka pameran tunggalnya pada 11 Juni di Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1, Jakarta. Lukisan-lukisan abstraknya tak bisa dilepaskan dari sejarah seni lukis meski minatnya baru muncul setelah melewati masa pendidikan di Fachhochscule Rheinland Pfalz, Jerman.
Dia mengambil jurusan Visuale Kommunikation pada 1986. Kemudian, mengamati seni lukis abstrak selama lebih dari 20 tahun. Sempat membuka biro desain dan mendirikan majalah seni rupa C-Arts dan passion yang kuat dalam dirinya, Haryanto Gunawan akhirnya memutuskan terjun untuk berkarya di bidang seni lukis dengan corak abstrak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukisan Haryanto merefleksikan dinamika kehidupan dalam budaya kontemporer yang cepat. "Pada awal melukis, sifat dominasi dan berani saya masih sangat menonjol, namun belakangan mulai berkurang dan pada akhirnya saya merasa bahwa courage tidak hanya ada dalam bentuk kompetisi," ungkapnya.
Di pameran tunggalnya, Haryanto menampilkan 15 sampai 20 karya lukisan abstrak selama satu tahun belakangan. Berjudul 'Colours [e]Motions' dikuratori oleh Eddy Soetriyono dan Aminuddin TH Siregar. Saat hari peresmian, salah satu kolektor Indonesi Deddy Kusuma akan membukanya.
Sebelum pembukaan resmi pada tanggal 11 Juni, pukul 18.30 WIB, diadakan acara diskusi dengan tema 'What and Why Abstract?' pada pukul 16.00 WIB. Dengan narasumber di antaranya Eddy Soetriyono, Aminudin TH Siregar dan Syakieb Sungkar. Diskusi ini mengundang mahasiswa dari beberapa kampus di Jakarta dan Bandung seperti IKJ, ITB, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Pelita Harapan dan BINUS.
(tia/tia)










































