Setiap tahunnya pamera para nominasi dan malam penganugerahaan berlangsung di Tate Britain, London. Pengumumannya akan diumumkan pada 6 Desember mendatang. Salah seorang dewan juri, Will Compertz, seperti dikutip dari BBC, Jumat (13/5/2016) menanggapi keputusan shorlist kali ini.
"Karya para seniman yang lolos seleksi akan membuat publik berdebat. Apakah karyanya masuk dalam kategori seni kontemporer atau tidak, atau segala isu lainnya," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Kampanye dan Project Seni Nova Eliza Lewat 'Stop Violence with Art'
Dia berasal dari Newcastle Upon Tyne dan pernah dinominasikan untuk dua pameran solonya yakni Sic Glyphs di Galeri London Selatan dan Qualities of Violence di pusat kebudayaan Appel di Amsterdam. Dean diketahui sebagai pematung yang menggunakan material metal.
"Dean menciptakan pekerjaan yang berkaitan dengan fisik dan patung kuat berpengaruh dari kehidupannya sehari-hari. Dia memperbaharui karya seninya setelah dekade 1960-an dengan gaya minimalis," kata perwakilan Tate lagi.
Helen Marten juga dikenal sebagai pematung. Dia masuk nominasi karena pameran tunggal di dua lokasi. Yakni, 'Eucalyptus Let Us In at Greene Natfali' di New York dan proyek yang bernama 'Lunar Nibs' di ajang Venice Biennale yang ke-56.
Terakhir adalah Josephine Pryde yang beradal dari Alnwick, Northumberland. Dia dinomasikan dari eksibisi solo di CCA Wattis di San Francisco. Karyanya selalu mengkolaborasikan antara medium seni fotografi dan seni rupa.
Pameran The Turner Prize berlangsung di Tate Britain dari 27 September sampai 8 Januari mendatang!
(tia/tia)











































