DetikHot

art

'Kerumunan Terakhir', Novel Terbaru Okky Madasari

Senin, 11 Apr 2016 13:46 WIB  ·   Is Mujiarso - detikHOT
Kerumunan Terakhir, Novel Terbaru Okky Madasari
Jakarta -

Okky Madasari hari-hari ini bisa menarik napas lega. Usaha kerasnya menyelesaikan novel kelimanya akhirnya berbuah manis. Kini, dengan senang hati penulis peraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award itu sudah bisa mengumumkan judul novel terbarunya.

“Manuskrip kelima saya ini saya namai Kerumunan Terakhir, saat ini sedang naik cetak dan dijadwalkan terbit 2 Mei nanti,” demikian Okky mengabarkan lewat berbagai postingan di Twitter maupun Facebook.

Okky pun mengenang kembali saat pertama merilis novelnya. “Di bulan ini, enam tahun lalu, novel pertama saya Entrok terbit. Sebentar lagi, novel kelima Kerumunan Terakhir lahir,” tuturnya.

Penulis kelahiran Magetan, Jawa Timur itu sudah menyelesaikan penggarapan novel terbarunya pada hari-hari terakhir tahun 2015 lalu. “Rasanya luar biasa sekali saat akhirnya bisa menyelesaikan ini,” ujarnya.

Sedikit memberikan bocoran sekaligus membuat penggemarnya penasaran, Okky menyebut bahwa ‘Kerumunan Terakhir’ berkisah tentang sebuah dunia baru dan masa depan. “Di sini, di dunia baru ini, orang-orang jauh lebih kejam dan beringas,” demikian ia memberikan semacam kisi-kisi.

“Sepotong kisah tentang kegagapan manusia di tengah zaman yang berubah cepat, yang tak memberi kesempatan pada manusia untuk diam dan mengenang, berhenti dan kembali ke belakang,” lanjutnya.

Okky juga mengatakan bahwa novel terbarunya tersebut dipersembahkan bagi Generasi Millenials atau juga kerap disebut-sebut sebagai Generasi Y. Mereka adalah generasi yang banyak menghabiskan waktu dan beraktivitas di media sosial, dan tergantung pada wi-fi.

Mengawali kiprahnya sebagai wartawan, Okky mulai menerbitkan novel pada 2010 lewat debut berjudul ‘Entrok’ yang berhasil mencuri perhatian khalayak sastra Indonesia. Novel keduanya, ’86’ terinspirasi kasus-kasus korupsi di KPK yang pernah ia liput.

Pada 2012, lewat novel ‘Maryam’ yang mengangkat kisah pengusiran warga Ahmadiyah memenangkan penghargaan sastra tahunan Khatulistiwa Literary Award. Novel terakhirnya yang terbit pada 2013, ‘Pasung Jiwa’ mengukuhkan Okky sebagai novelis yang berpihak pada suara kaum minoritas dan tertindas.

Dengan semangat mengusung sastra sebagai alat perlawanan, pada 2014 Okky mendirikan ASEAN Literary Festival (ALF). Setelah terbit pada 2 Mei, Okky berencana menandai kelahiran novel kelimanya dengan acara peluncuran yang digelar di tengah perhelatan ALF ke-3 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, 7 Mei.




(mmu/mmu)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed